Mohon tunggu...
Arwan
Arwan Mohon Tunggu... Dosen - Akademisi

Berbuat baik untuk sesama

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dari Masa ke Masa (Penulis: Mahsup Mahasiswa Pascasarjana S3 Ilmu Pendidikan Undiksha)

28 November 2024   13:15 Diperbarui: 28 November 2024   13:17 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Kerangka Kompetensi Abad 21 (Sumber: Mahsup, 2024)

Pengembangan kurikulum telah berubah secara signifikan dari masa ke masa seiring perkembangan zaman. Pendidikan tradisional hanya berpusat pada membaca, menulis, dan matematika. Peserta didik belajar pemahaman teori yang lebih kuat dan menghafal informasi dalam program tersebut. Kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat telah mengubah kurikulum dari waktu ke waktu. Peserta didik memperoleh informasi dan belajar dengan cara yang berbeda karena teknologi, terutama di era digital.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat kontemporer yang semakin rumit juga mendorong pendidikan untuk menekankan pemikiran kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Karena perkembangan ini, kurikulum menekankan pemikiran holistik, keterampilan dan integrasi teknologi. Hal ini mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan masyarakat yang lebih terhubung dan rumit. Menanggapi perubahan dinamis dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat, reformasi kurikulum membuat pendidikan yang unggul menjadi lebih relevan dan fleksibel.

Pada abad ke-20 lebih menunjukkan perkemabangan kurikulum yang inklusif dan komprehensif (Azhar, 2020). Strategi perekambangan kurikulum abad ini memadukan seni, atletik, dan keterampilan sosial agar sesuai dengan potensi dan minat peserta didik yang unik. Paradigma pendidikan juga telah bergeser dari pembelajaran yang menjadi berpusat pada guru dengan kurikulum tradisional dan menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sebagai subjek utama pada kurikulum baru, yang mendorong interaksi dan partisipasi peserta didik.  Pergeseran ini bertujuan untuk membuat pendidikan menjadi lebih inklusif, berpusat pada peserta didik, dan relevan dengan kepentingan masyarakat abad ke-20 yang semakin kompleks.

Kurikulum yang inklusif dan komprehensif merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan yang terus berubah. Kita memperoleh informasi dan berinteraksi dengan dunia secara berbeda karena teknologi informasi dan globalisasi. Oleh karena itu, pendidikan saat ini menggabungkan kemampuan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi yang efektif, dan kerja sama. Paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik membutuhkan investigasi aktif, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Hal ini membuat pendidikan menjadi lebih dinamis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang kompleks dan beragam.

Digitalisasi dan globalisasi telah mengubah pengembangan yang cukup signifikan dalam kurikulum. Pembelajaran mulai menggunakan teknologi seperti perangkat lunak pembelajaran, platform internet, dan sumber daya digital lainnya. Kurikulum juga menekankan perspektif global untuk mendidik peserta didik untuk dunia yang lebih terhubung dan rumit. Teknologi memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara instan, berkolaborasi secara online, dan belajar lebih banyak tentang dunia.

Kurikulum ini menekankan pandangan global untuk mengajarkan peserta didik tentang tantangan global, multikulturalisme, dan kolaborasi internasional, yang sangat penting saat ini. Dengan demikian, kurikulum abad ke-21 merupakan reaksi yang baik terhadap perubahan teknologi dan dinamika global dalam dunia pendidikan. Pentingnya keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, kreativitas, kritis berpikir, dan komunikasi, juga telah mempengaruhi evolusi kurikulum. Pendidikan saat ini cenderung lebih fokus pada pengembangan keterampilan ini, selain dari aspek akademis tradisional. Ini tercermin dalam pendekatan pembelajaran yang lebih proyek berbasis, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah, yang bertujuan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan modern.

 

Perubahan kurikulum saat ini di Indonesia melibatkan banyak teknik dan pandangan tentang mengubah dan menyesuaikan Kurikulum nasional dengan peristiwa saat ini dan persyaratan peserta didik. Seiring waktu, kurikulum Indonesia telah berubah dan terus beradaptasi. Berikut adalah beberapa teknik dan sudut pandang penting untuk mengubah dan menyesuaikan kurikulum nasional: (1) Kurikulum Indonesia telah berkembang karena globalisasi, demokratisasi, dan teknologi; (2) setiap provinsi Indonesia memiliki persyaratan yang berbeda, sehingga tidak mungkin untuk membuat kurikulum nasional yang memenuhi mereka semua; (3) Kurikulum Indonesia telah berubah dari tahun 1947 Lesson Rentjana menjadi kurikulum saat ini (Ahmad Nurhakim, 2023); (4) Standar Pendidikan Nasional (SNP): Standar Kompetensi Lulusan, Standar Konten, Standard Proses, dan Standar Evaluasi Pendidikan adalah standar pendidikan minimum Indonesia.

Kurikulum yang relevan dan memadai sangat penting untuk pendidikan, terutama dalam menghadapi kemajuan global. Kurikulum di Indonesia telah berubah dari waktu ke waktu, sehingga pendidikan harus memenuhi kebutuhan peserta didik dan bangsa. Di masa yang sulit dan penuh perubahan ini, kurikulum harus beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Oleh karena itu, modifikasi dan pengembangan kurikulum yang berkelanjutan sangat penting untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas tinggi dan relevan dalam masyarakat yang kompleks.

Menggunakan teknologi untuk menerapkan pembelajaran dan manajemen kurikulum membuat integrasi teknologi pendidikan sangat penting. Teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar dan membuatnya lebih menarik bagi peserta didik. Penggunaan teknologi yang baik dapat membuat pembelajaran lebih dinamis dan partisipatif, mempersiapkan peserta didik untuk dunia yang maju secara teknologi. Pengintegrasian teknologi pendidikan merujuk kepada penggunaan teknologi dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Ini melibatkan penggabungan pelbagai media dan alat teknologi dalam persekitaran digital untuk meningkatkan keberkesanan Pendidikan.

Desain kurikulum sekarang memprioritaskan kemampuan abad ke-21 di dunia yang berubah dengan cepat ini. Kurikulum saat ini harus mengajarkan peserta didik pemikiran kritis, kreativitas, kerja tim, komunikasi, pemecahan masalah, keterampilan digital, dan kemampuan beradaptasi. Kemampuan ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk lingkungan yang rumit dari perubahan dan inovasi teknologi yang abadi. Kurikulum mempersiapkan peserta didik untuk bersaing dan berhasil dalam hidup dengan menekankan kemampuan abad ke- 21.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun