Tidak banyak kata-kata emosional yang berlebihan yang keluar dari dirinya di atas panggung, dan inilah yang membuat saya berpikir, wanita muda ini mungkin tahu, bahwa gelar Australia Open 2021--kedua dalam karirnya ini, bukanlah menjadi  yang terakhir untuknya.Â
***
Setelah kemenangannya atas Serena Williams di babak semifinal, Naomi mendapatkan pujian dari legenda tenis asal Belgia, Justine Henin. Henin mengatakan bahwa sektor tunggal putri sudah mendapatkan "Bos baru".
"Dia sudah sangat siap baik secara mental maupun fisik. Bagiku, tunggal putri sudah punya bos baru. Naomi Osaka punya kapasitas untuk sebutan itu" kata Henin.
Mudah untuk menafsirkan pernyataan bombastis dari Henin ini.Â
Setelah era SerenaWilliams, sekarang pecinta tenis harus bersiap untuk menyambut era-nya Naomi Osaka. Serena sendiri adalah idola Naomi, dan ketika Serena meraih gelar pertamanya di grand slam pada 1999, Naomi baru berusia satu tahun.
Di usia yang masih 23 tahun, dan sudah empat gelar grandslam yang diraihnya, maka cepat atau lambat, jumlah gelar grand slam dengan angka dua digit nampaknya bisa akan mudah diraih Naomi Osaka.
Mental juara di turnamen mayor sudah diperlihatkannya.
Dari tiga kali tampil, dan melaju ke perempat final, semifinal atau final grand slam, baik di AS Terbuka 2018, 2020 dan Australia Terbuka 2019 dan 2021, Naomi Osaka selalu menjadi juara  dengan rekor kemenangan menjadi 12-0 setelah kemenangan atas Brady.
Terlahir dari seorang ibu asli Jepang dan ayah berdarah Haiti, Naomi Osaka hari demi hari terus memperlihatkan determinasi dan mental yang kuat untuk menjadi seorang juara dan bahkan seorang legenda di sektor tunggal putri.
Artinya, benar kata Henin, bagi penggemar tenis, sambutlah, sudah hadir bos baru di sektor tunggal putri , inilah era Naomi Osaka.