Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Antonio Conte, "Rising Sun for The Blues!"

13 Mei 2017   07:39 Diperbarui: 14 Mei 2017   00:19 894
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Chelsea, Juara Liga Inggris 2016/2017/ Bola

Chelsea berhasil mengunci gelar liga premier Inggris setelah mengalahkan West Bromwich Albion 1-0 dini hari tadi sekaligus gelar liga Inggris yang keenam bagi klub berjuluk si biru atau The Blues itu.

Dalam 36 pertandingan yang telah dilakoni, Chelsea berhasil mengumpulkan 87 poin atau unggul 10 angka dari pesaing terdekat mereka Tottenham Hotspurs. Dengan hanya tersisa 3 laga bagi Hotspurs, Chelsea tak akan mungkin terkejar lagi.

Tidaklah mudah bagi anak-anak asuhan Antonio Conte ini untuk meraih gelar juara musim ini. Meskipun sebelumnya meraih gelar juara pada musim 2014/2015, pada musim 2015/2016 Chelsea serasa seperti terjun bebas.

Berstatus sebagai juara bertahan, saat itu Chelsea terpuruk dan bahkan berjuang agar tidak masuk ke zona degradasi. Beruntung, setelah menggantikan Jose Mourinho dengan Guus Hiddink, Chelsea harus puas finish di posisi 10 klasemen akhir Liga Inggris.

Roman Abramovich murka di saat Chelsea tidak berhasil menunjukkan sinar terangnya, gelap bagi Chelsea. Belum selesai musim, taipan asal Rusia itu  “memaksa” pelatih timnas Italia, Antonio Conte untuk dapat membesut Chelsea musim berikutnya (2016/2017).

Conte tertarik. Mantan pemain dan pelatih Juventus itu  diiikat pelatih asal Italia tersebut dengan kontrak dengan durasi tiga tahun. "Saya senang dengan prospek bekerja untuk Chelsea FC. Saya bangga menjadi pelatih timnas, dan hanya tugas menarik sebagai pelatih Chelsea yang bisa melengkapi kebanggaan itu," ujar Conte saat menandatangani kontraknya bersama The Blues.

Kebanggaan yang dimaksud pelatih berusia 47 tahun ini tak berbanding lurus dengan prestasi di awal musim. Tiba resmi pada 1 Juli 2016, Conte langsung diisukan akan dipecat pada bulan Oktober. Chelsea saat itu hanya berhasil meraih 3 kemenangan dari 6 kali pertandingan di awal musim. Menurut beberapa media, Conte tinggal menunggu hari untuk dipecat Abramovich.

Conte tak menyerah. Setelah periode sulit itu, Chelsea bangkit. Chelsea berhasil meraih 13 kemenangan beruntun. Prestasi mengkilap yang membuat Chelsea seperti terbang sendirian di puncak klasemen ini tak lepas dari kejeniusan Conte yang merubah sistim bermain Chelsea.

Setelah kalah dari Arsenal 0-3 pada September tahun lalu, Conte mengubah formasi Chelsea menjadi 3-4-3. Hasilnya rentetan kemenangan gemilang berhasil diukir Eden Hazard Cs. "Kami kalah dari Arsenal dan kemudian meraih rentetan kemenangan yang gemilang. Saat itu kami yakin bisa menjadi juara Premier League," ujar Hazard, pemain andalan Chelsea asal Belgia tersebut.

Formasi ini selain baru, berhasil mengangkat kepercayaan diri pemain-pemain Chelsea. Hazard, dan Pedro yang tampil melempem musim lalu tampil menggila dengan formasi ini. Tambahan pembelian cerdas seperti N’Golo Kante (Leicester City), Alonso (Fiorentina) dan David Luiz (PSG) membuat Chelsea tampil kokoh sepanjang musim.

Kepemimpinan Conte menjadi salah satu faktor penting lainnya. Antusiasme dan karakter kepemimpinan khas Conte berhasil membuat setiap pemain dapat memberikan kontribusi signifikan.

Contohnya, Cesc Fabregas yang sering tampil dair bangku cadangan saja, mampu menjadi pembeda saat diberikan kesempatan tampil. Victor Moses tak ragu memberikan kemampuan 100% nya meski dipaksa menjadi wing back kanan, posisi yang jelas asing baginya. Terakhir, Michy Batshuayi menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan gelar Liga Premier Inggris musim ini.

Menurut mantan pemain Chelsea, Gaizka Mendieta, Conte berhasil membuat sesuatu yagn hilang di musim lalu berhasil kembali yaitu komitmen pemain. "Menurut saya kunci utamanya adalah keberhasilan untuk mendapatkan komitmen para pemainnya. Itu sangat sulit, karena mereka begitu terpuruk musim lalu," ujar Mendieta.

Dalma kata lain, Conte berhasil membangunkan Chelsea untuk lekas bangun dari tidurnya. Jika Chelsea itu seperti matahari pagi, maka Conte berhasil membuat sinarnya segera kembali terang benderang lagi. Raising Sun.

Kata Raising Sun dan sejarah Chelsea jelas berkaitan erat. Raising Sun adalah nama yang tak lepas dari sejarah Chelsea. Di sebuah bar bernama Raising Sun lah di salah sudut kota London, Chelsea FC didirikan. Saat itu, 10 Maret 1905, dalam pertemuan di Bar yang dekat dengan Stadion Stamford Bridge, nama Chelsea dipilih, berdasarkan nama kota kecil di London.

Sang pendiri sekaligus Jutawan , Henry Augustus 'Gus' Mears tak tanggung-tanggun membesarkan Chelsea. Stamford Bridge dibelinya dengan mimpi besar untuk membuat nama Chelsea dikenal di seantero Inggris.

Perjuangan dan mimpi Gus Mears baru tercapai 50 tahun kemudian. Tahun 1955, Chelsea meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya. Mereka menambah beberapa trofi lain di akhir abad ke-20, termasuk tiga Piala FA (1970, 1997, dan 2000), dua Piala Liga (1965 dan 1998), dan dua Piala Winners (1971 dan 1998).

Periode paling sukses Chelsea dimulai pada musim 2003/04, setelah akuisisi oleh miliarder asal Rusia, Roman Abramovich. Sejak itu, mereka mampu meraih empat gelar liga (2005, 2006, 2010, dan 2015), ditambah empat Piala FA (2007, 2009, 2010, dan 2012), tiga Piala Liga (2005, 2007, dan 2015), satu Liga Champions (2012), dan satu Liga Europa (2013).

Klub yang tahun ini genap berusia 112 tahun ini  terus haus gelar dan ingin selalu tampil kompetitif dalam segala pentas. Sesudah gelar juara Liga Inggris, masih ada satu gelar yang diincar yaitu Piala FA. Pada 27 Mei nanti, Chelsea akan berjibaku dengan Arsenal untuk menjadi kampiun kompetisi paling tua di Inggris tersebut.

Jika berhasil lagi menjadi juara Piala FA, Conte dan anak asuhnya seperti memberikan warning bagi klub-klub lain di luar Inggris, bahwa Chelsea sudah siap untuk meraih kejayaan di pentas tertinggi Eropa, Liga Champions.

Mampukah?. Kita harus menunggu, karena jikalau berkaca pada musim lalu, naka-anak Chelsea masih belum siap untuk mengarungi kompetisi sebagai pemegang juara bertahan. Jika pola itu terjadi lagi, maka Chelsea akan meredup, namun jika sinarnya terang benderang, maka Conte berhasil membuktikan bahwa Raising Sun itu tetap terang benderang. Kita lihat nanti karena sekarang saatnya untuk Conte dan Chelsea untuk berpesta.

Selamat Conte, Selamat Chelsea !   

Referensi : 1 I 2 I 3

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun