Mohon tunggu...
Ariq naufal Rabbani
Ariq naufal Rabbani Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

saya sedang mengerjakan tasawuf

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Akar dan Asal Tasawuf

11 November 2024   23:52 Diperbarui: 12 November 2024   00:03 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

     Kata tasawuf mungkin memang tidak ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadis, namun substansi tasawuf merupakan kepribadian Rasulullah dan para sahabat. Kehidupan tasawuf yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat adalah kehidupan tawazun, yaitu keseimbangan antara orientasi kehidupan dunia dan akhirat serta keseimbangan antara tanggung jawab terhadap diri sendiri dengan tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat.Keseimbangan tersebut kemudian diolah menjadi kepribadian muslim yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, terdiri atas: 

  •  Akidah yang berdasarkan keimanan dan mendorong pada tindakan benar.
  • Menjadi uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi sesama.
  • Menjadi manusia yang selalu ingin belajar dan mencintai ilmu.
  • Ketekunan beribadah yang mencerminkan bahwa manusia membutuhkan Allah.
  • Jihad yang mendorong seorang muslim untuk mewujudkan cita-cita ideal dalam kehidupannya.

Dalam mendefinisikan apa itu tasawuf, banyak ahli atau ulama yang telah mencoba mengartikannya. Di antaranya yakni:

1. Tasawuf menurut Junaid al-Baghdadi adalah keberadaan hamba bersama Allah Swt tanpa ada penghalang. Dimulai dengan membersihkan hati dari sifat-sifat yang menyerupai binatang, seperti menekan sifat kemanusiaan, menjauhi hawa nafsu, berpegang teguh pada kebenaran, memberi nasihat kepada umat, menepati janji kepada Allah Swt, dan mengikuti syariat Rasulullah Saw.

2. Tasawuf menurut Abu Ruwaim adalah kemerdekaan jiwa bersama Allah Swt atas apa yang dikehendaki-Nya.

3. Sufi menurut Bisyr bin Harits al-Hafi adalah orang yang jiwanya menghadap Allah Swt.

4. Tasawuf menurut al-Jurairi adalah masuk ke dalam akhlak mulia dan keluar dari akhlak yang rendah.

5. Tasawuf menurut al-Qusyairi adalah mengamalkan al-Quran dan Sunnah, mengendalikan hawa nafsu, menjauhi bidah, mengendalikan syahwat dan menghindari sikap meringankan ibadah.

     Tasawuf dapat dipahami dari dua sudut pandang, yaitu dari segi etimologi dan terminologi. Secara etimologis, kata tasawuf berasal dari bahasa Arab "tashawwafa" atau "shuf," yang berarti bulu domba. Kata ini merujuk pada kehidupan sederhana para sufi yang memilih untuk mengenakan kain dari bulu domba yang kasar, sebagai simbol kesederhanaan dan kerendahan hati. Teori lain menyatakan bahwa tasawuf berasal dari kata "shafa," yang berarti kesucian. Hal ini menggambarkan upaya para sufi untuk mensucikan diri mereka dalam hubungan spiritual dengan Tuhan. Ada juga teori yang menghubungkannya dengan kata "shaff," yang berarti barisan dalam shalat, mengacu pada mereka yang berada di barisan terdepan dalam ibadah dengan ketulusan hati untuk kembali kepada Allah

     Istilah tasawuf tidak ditemukan di dalam al-Quran dan hadis Rasulullah Saw, tetapi substansi tasawuf merupakan kepribadian Rasulullah Saw dan para sahabat. Kesucian jiwa, kesederhanaan, keikhlasan dalam beribadah, dan semangat mengharumkan Islam dan umat Islam serta kedekatan dengan Allah Swt tercermin dalam kehidupan beliau dan para sahabat. Perkembangan tasawuf dapat dibagi menjadi lima tahap, yaitu 1) tahap zuhud dan gerakan zuhud, 2) tahap tasawuf dengan orientasi penyucian dan pendakian ruhani, 3) tahap penyatuan diri dengan Tuhan melalui itihad dan hulul, 4) tahap kesatuan wujud dan tahap pemurnian tasawuf dari segala bentuk penyimpangan.

https://www.youtube.com/watch?v=5ptRBfVjQfQ

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun