Beberpa keluarga ada yang menitipkan ke keluarga lain karena di dalam rumah ada akuarium, atau kolam ikan. Beberapa juga menitipkan ke kelauarga yang lain karena di rumah ada berbagai pelihaarn, seperti berung, kucing dan anjing. Kelaurga-keluarga itu pun harus membantu memberikan makanan  hewan peliharaan. Bahkan, beberapa menitipkan kunci untuk menghidupkan lampu jalan dan lampu teras. Malam hari, memang lampu jalan tetap menyala,  lampu teras rumah pun tetap demikian,  menyala meski tanpa penghuni.Â
Memang kami bukan satpam yang harus berjaga setiap saat. Tapi kepedulian beberapa warga yang membiasakan diri untuk saling mengamati, saling menjaga rumah-rumah kosong itu memang menjadi kebiasaan yang patut kami teruskan. Rumah-rumah kosong ini  adalah rumah tetangga kami. Rumah kosong ini adalah rumah keluarga kami juga. Karena jika terjadi sesuatu pada rumah-rumah di sekitar kami, kami pun akan mendapat akibat yang sama. Kami merasa sebagai sebuah keluarga, meski kami tak bisa masuk ke dalam rumah tanpa penghuni itu.Â
Rumah-rumah kosong itu harus tetap mempunyai energi kehidupan bagi penghuninya, bukan hanya dengan cahaya yang harus tetap masuk dan menyala setiap malam.  Tetapi kebahagiaan dan kebersamaan  untuk merawat rumah-rumah kosong itu adalah bentuk kebersamaan sebagai tetangga.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H