Mohon tunggu...
Arif Rahman
Arif Rahman Mohon Tunggu... -

@arifrahman_id\r\n\r\nwww.semestaberpikir.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Zeit Geist

28 Mei 2013   23:35 Diperbarui: 24 Juni 2015   12:52 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Kita telah berjalan pada denah akademika, tentu saja akademika bukanlah sesuatu yang luar biasa sekalipun ia cukup tenar sebagai media aufklarung dalam regenerasi. Wajar sebenarnya jika mahasiswa hari ini dikenal sebagai “makhluk apa adanya”. Tak ada yang perlu disesali karna tak ada suatu realita yang telah diusahakan untuk sebuah penyesalan.

Zeit geist bukanlah sesuatu yang bisa dipancing, ia mestilah hadir dengan sendirinya karna ia punya cangkang dimasing-masing kita. Ada yang cangkangnya rapuh sehingga ia cepat keluar menampakkan zeit di geistnya, dan ada yang cangkangnya (dianggap) tercipta dari baja sehingga anggukan dibanggakan sebagai persetujuan “amin” pada apa yang Soe Hok Gie sebut kesewenangan atau lebih keras lagi, kemunafikan para tiran.
Ayolah teman, teriakan hanya sampai didaun telinga, takkan sudi ia menjangkau adrenalin yang dipingit cangkang baja. Merasa aktivis baik, luar biasa mungkin, dan tentu saja ketika mengajak seluruh umat jadi aktivis (sekalipun bisa), apakah takkan mengubah keseimbangan dunia? Terimalah, tak mesti seluruh umat jadi penjual karna akan melenyapkan pembeli dan memaksa terjadinya inflasi. Dunia aktifis memang bukan jual beli, tapi berprinsip yang senada diserat yang lebih eksplisit.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun