Mohon tunggu...
Ariani Selviana
Ariani Selviana Mohon Tunggu... -

Menulis adalah cara cerdas untuk "curhat"

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Sex Education : Safe Sex atau Save Sex?

21 Mei 2014   01:31 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:18 337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14005853251835979136

Memperkenal seks sejak dini kepada anak-anak/remaja  diyakini sebagai cara mencegah menyimpangan seks. Tak heran, banyak sekolah yang mengagendakan seminar pendidikan seks kepada muridnya. Tak tanggung-tanggung, beberapa  ahli yang dikasih gawean untuk menyampaikannya.

Pada satu kesempatan , saya diminta menghadiri tepatnya mengawal kelompok remaja untuk mengikuti seminar ini. Pengelolanya sebuah LSM yang bekerja sama dengan PMI dan lembaga yang berkosentrasi pada gerakan anti Aids. Narasumber yang diundang seorang dokter kandungan, psikolog remaja serta seorang host yang sedikit “melambai” ala Ivan Gunawan.

Sebagai sebuah ajang yang memerlukan biaya penyelenggaraan, LSM tersebut mengikutsertakan sponsor yang mendirikan booth pajangan produk mereka. Saat itu ada 4 booth  : minuman pereda nyeri haid , pembalut wanita , dan dua produser kondom. Saya kurang sreg dengan dua sponsor terakhir. Semakin gelisah lagi saat membaca tajuk seminar yang mengusung “….Safe Sex “ .

[caption id="attachment_307755" align="aligncenter" width="180" caption="Sumber gambar www.inspirasijiwa.com"][/caption]

Sesi pertama tentang kesehatan reproduksi wanita. Anak-anak remaja itu memperhatikan dengan tersipu serius. Sesekali mereka saling berbisik. Kesempatan kedua adalah psikologi remaja yang membahas masa pubertas dan eksesnya. Di bagian ini dibahas tentang pacaran dan segala aktivitasnya. Setelahnya, diadakan sesi tanya jawab yang disambut dengan sangat antusias . Pertanyaan malu-malu hingga yang terbuka vulgar ditanggapi dengan antusias pula. Sangat mengagetkan, peserta remaja usia 13- 17 tahun tersebut ternyata memiliki pengetahuan dan pengalaman pribadi yang membuat merinding bulu kuduk. Pengetahuan yang cukup luas, jauh dari kesan ‘masih hijau’ .

Satu hal yang sangat mengganggu saya adalah tema yang diusung : menjaga kesehatan reporoduksi dengan safe sex. Satu tema yang secara implisit bermakna : boleh saja melakukan seks pranikah asal safe( aman) . Dalam hal ini aman dari infeksi penyakit kelamin dan risiko hamil. Itukah maksud pendidikan seks? Safe sex bukan Save Sex? Dua istilah yang berhomofon tetapi sangat berbeda dalam semantis. Seks aman dan Tunda Seks jelas punya cakupan makna yang sangat berbeda.

Keberadaan dua sponsor kondom dalam ajang itu semakin mempertegas : it’s ok doing free sex as long as you can prevent a pregnancy. Apakah itu tujuan pendidikan seks ? Mengumbar hasrat asal gak hamil atau menundanya sampai sah?

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun