Mohon tunggu...
arfian septiansyah
arfian septiansyah Mohon Tunggu... Pustakawan - Suka terhadap bidang leterasi

Anak ketiga dari tiga bersaudara yang ingin menjadi penulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sang Kekasih

4 September 2020   06:28 Diperbarui: 4 September 2020   07:07 34
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Oleh: M. Arfian Septiansyah

Kelahiran Nabi Muhammad 

Nabi Muhammad pada  tahun 571 M tepat tanggal 12 Rabiiul Awaldi  tahun Gajah yang bertepatan pada tahun 571 M di Semenanjung Arabia. pada malam hari dan orang-orang menggantungkan hidupnya pada tempat yang teduh, air dan kebaikan orang lain. Pada saat itu di Arab terdapat tiga kota utama, yaitu  Yatsrib, sebuah oasis besar yang saat ini disebut dengan Madinah; Thaif, sebuaah tempat yang sejuk di pegunungan yang terkenal dengan anggurnya; dan Makkah yang kondisinya jauh berbeda, terletak di lembah yang tandus. Di Makkah inilah Nabi Muhammad pertama kali melihat cahaya siang. Kota Makkah yang terakhir ini sekarang terkenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad dan titik pusat dari ibadah haji.

Ayah Nabi Muhammad Abdullah, meninggal dua bulan sebelum kelahirannya, dan hal ini tentu membuat Ibunda Nabi Muhammad menjadi merasa sedih. walaupun begitu beliau merasa kuat dan baik-baik saja karena menunggu kelahiran putranya. Ketika Nabi Muhammad lahir, Aminah mengirim kabar gembira kepada mertuanya Abdul Muththalib yangsedang duduk di dekat Ka'bah sebagaimana yang sering ia lakukan.

Abdul Muththalib merupakan pimpinan dari suku Quraisy, pelindung Ka'bah dan pelinduing jamaah haji yang berkunjung di tempat suci ini. Ia dihormati dan disegani semua orang.  Abdul Muththalib tidak seperti orang Arab pada umumnya yang telah menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim As karena mereka telah menyembah berhala, ia adalah orang hanif atau orang saleh yang percaya kepada Allah, Tuhan yang Mahalaeh sem Esa dengan sepenuh hatinya. Begitu diberi tahu tentang kelahiran Muhammad, cucu laki-lakinya itu. Ia sungguh bahagia dan mulai mencari-cari nama untuk bayi laki-laki tersebut. Akhirnya Ia menemukan nama "Muhammad" sebuah nama yang tidak biasa yang artinya "orang yang sering dipuji"

Beberapa saat sebelum kelahirannya, orang-orang saleh sempat berdoa agar diutus seorang Nabi. Dan kelahiran Muhammmad itu merupakan pertanda bahwa Allah [1]

Disusukan oleh Halimah Al-Sa'diyah

Halimah Al-Sa'diyah merupakan wanita yang dikehendaki Allah untuk menyusui Nabi Muhammad , berkata. "Pada tahun kemarau aku bersama wanita-wanita lain dari Bani Sa'ad bin Bakr mendatangi Makkah mencari bayi yang akan disusukan. Aku mengendarai keledaiku sambil membawa anak kami. Muhammad telah ditawarkan kepada setiap wanita yang bersama kami, mereka enggan menyusuinya ketika mereka tahu bahwa ia adalah anak yatim.

Semua teman-temanku telah mendapatkan seorang bayi untuk disusui kecuali aku. Ketika aku tidak mendapatkan selain Muhammad, aku berkata kepada suamiku, Al-Harist bin Abdul 'Uzza Al-Sa'di. "Demi Allah, aku tidak senang pulang bersama teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku menemui anak yatim tesebut kemudian aku akan bawa.

Baiklah jawab suamiku, "Mudah-mudahan  karena itu Tuhan memberikan berkah kepada kita". Maka kemudian aku mendatanginya dan membawanya. Kemudian ia menyusu dan minum sampai kenyang. begitu juga dengan anakku.[2]

Di bawah Asuhan Kakeknya Abdul Muththalib

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun