Tak seperti biasa, tuk menghilangkan kejenuhan pekerjaan yang seharusnya sudah selesai, biasanya saya ke ladang menikmati semilirnya angin dan kicauan burung atau nyanyian dahan-dahan cemara yang tertiup angin dari lereng Semeru. Siang ini jam 12.00 mumpung hari sabtu saya meluncur ke Alun-alun Malang sekedar berburu obyek foto jalanan dengan menggunakan smartphone hadiah Kompasiana 6 tahun silam setelah menang nulis tentang cincinapi atau ringoffire.
Jam 12.15 saya sudah duduk di kursi taman dengan disambut dua merpati yang sedang kasmaran. Sang jantan dengan mengembangkan bulu lehernya sambil mengeluarkan suara bass yang merdu terus menari-nari di depanku. Si betina dengan genit menghindar bukan tak mau tapi memang sengaja menggoda pasangannya.
Tergelitik kemesraan sepasang merpati, saya pun langsung berburu dengan tema kemesraan yang terbentang siap bidik di sudut-sudut terbuka alun-alun yang kali ini cukup cerah dan tak terlalu terik.
Tak mudah mengambil obyek sepasang kekasih yang sedang dilanda kasmaran dengan menggunakan smartphone karena harus membidik dengan jarak dekat. Apalagi smartphone jadul tak bisa menggunakan zoom. Perlu 4-5 kali bidikan lalu edit dengan aplikasi photo editor yang baru saya unduh siang ini juga.