PENDAHULUAN
Kesehatan mental siswa sangat dipengaruhi oleh peran guru bimbingan (BK) di sekolah. Guru BK berperan penting dalam mendukung dan meningkatkan kesehatan mental siswa. Peran guru BK sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan mental siswa. Melalui pendekatan komprehensif, instruktur dan konselor dapat membantu siswa mengatasi tantangan, mengembangkan keterampilan emosional, dan mengembangkan landasan yang kuat untuk kesehatan mental yang optimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru BK terhadap kesehatan mental siswa memiliki dampak yang sangat signifikan dalam mendukung dan meningkatkan kesehatan mental siswa. Dengan pendekatan holistik, guru BK dapat membantu siswa mengatasi tantangan, membangun keterampilan emosional, dan mengembangkan fondasi yang kokoh untuk kesehatan mental yang optimal.
Maka dari itu, artikel ini di buat untuk menggali informasi mengenai peran penting guru BK terhadap kesehatan mental siswa dalam berbagai aspek dan penelitian. Artikel ini akan membahas mengenai urgensi guru BK terhadap mental siswa, dan bagaimana guru BK berperan penting terhadap kekuatan mental siswa untuk menghadapi masa depannya.
ISI
Kesehatan mental siswa di pengaruhi oleh berperannya program bimbingan dan konseling di sekolah, apabila guru BK bekerja secara efektif maka lulusan yang di hasilkan akan berkualitas, dan sebaliknya. Sekarang pertanyaannya satu, apakah guru BK sudah secara efektif dalam menjalankan tugasnya?
Jawabannya belum, karena di lihat dari beberapa kasus yang sudah terjadi banyak siswa SD/SMP/SMA yang melakukan tindakan bunuh diri, bullying terhadap temannya sendiri, dan masih banyak lagi kasus yang terjadi. Dan dari situ dapat kita buktikan bahwa guru BK belum efektif dalam bekerja, guru BK masih terfokus pada pembinaan karir, dan rencana masa depan siswa, bukan berfokus pada kesehatan mental siswa itu sendiri. Bagaimana tidak? Kalau guru BK sudah berperan maka tindakan bunuh diri yang terjadi beberapa tahun ini tidak akan terjadi. Kesehatan mental itu penting untuk para siswa, membina kesehatan mental juga menjadi tanggung jawab dan kunci keberhasilan guru BK itu sendiri.
Dulu banyak sekali yang bilang, “masih kecil aja masa punya banyak pikiran,” “masih kecil aja sok-sokan sakit mental,” dan banyak lagi. Padahal kenyataannya, kesehatan mental itu bukan tentang umur, bukan tentang seberapa banyak beban yang ada di pundak, bukan tentang pikiran, tapi tentang kuat atau tidaknya diri kita menahan semua rasa sakit yang diciptakan semesta. Anak-anak memang masih kecil, belum aware akan kesehatan mentalnya, tapi zaman sekarang lihatlah bahwa yang di sebut anak kecil mampu membunuh temannya dengan tindakan bullying.
Guru BK hari ini tidak boleh diam saja, ia harus mengubah perilaku dan pola pikir negatif siswa, menggantikannya dengan keterampilan adaptif dalam menangani masalah. Guru BK harus berperan penting dalam menangani maupun membentuk mental siswa, mental generasi muda yang sehat mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Bimbingan konselor mempunyai urgensi terkait kesehatan mental peserta didik. Peran guru BK sangat penting dalam mendukung kesehatan mental siswa:
1. Identifikasi masalah kesehatan mental sejak dini
Dengan pemahaman menyeluruh tentang perilaku dan kebutuhan siswa, instruktur dan konselor dapat melihat perubahan yang mungkin merupakan tanda masalah kesehatan mental.
2. Layanan konsultasi
Guru BK memberikan layanan konsultasi individu dan kelompok. Ini memberi siswa ruang untuk membicarakan masalah pribadi, menyelesaikan konflik, dan mengembangkan strategi untuk mengelola stres dan tekanan.
3. Mencegah perundungan dan konflik
Guru BK berperan dalam mencegah perundungan dan mengelola konflik antar siswa. Tindakan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung kesehatan mental siswa.
4. Konseling kesehatan mental
Guru BK memberikan konseling kesehatan mental kepada siswa. Ini mendidik siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan informasi tentang cara mengelola stres dan masalah emosional.
5. Mengelola tekanan akademik
Guru BK membantu siswa mengelola tekanan akademik. Mereka memberikan dukungan dan strategi untuk mengatasi stres akibat ujian, pekerjaan rumah, dan ekspektasi akademis yang dapat berdampak pada kesehatan mental siswa.
6. Memberikan dukungan emosional
Guru BK memberikan dukungan emosional kepada siswa yang mengalami kesulitan. Hal ini mencakup mendengarkan, memahami, dan memberikan bimbingan emosional yang diperlukan.
7. Pengembangan Keterampilan Sosial
Guru BK membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk interaksi positif dengan orang lain. Keterampilan ini membantu membangun hubungan yang sehat dan mendukung kesehatan mental.
8. Pendidikan Perilaku Positif
Guru BK memberikan pendidikan perilaku positif, pengembangan keterampilan komunikasi, dan strategi pemecahan masalah. Hal ini membantu siswa mengembangkan sikap positif dan meningkatkan kesehatan mental.
9. Kolaborasi dengan orang tua dan pendidik
Guru BK berkolaborasi dengan orang tua dan pendidik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan mental siswa. Kerja sama ini menjamin dukungan penuh.
10. Pengembangan karir dan identitas
Guru BK membantu siswa merencanakan masa depan dan mengembangkan identitas pribadi yang positif melalui pelatihan karir dan dukungan psikososial.
Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, guru BK memimpin dalam memberikan pendekatan yang komprehensif. Mendukung kesehatan mental siswa, membantu mereka tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan sekolah.
KESIMPULAN
Agar dapat belajar secara maksimal, siswa harus memiliki kondisi kesehatan yang mendukung, bukan hanya kesehatan fisik namun juga pikiran dan yang paling utama ialah mental. Kesehatan mental siswa di pengaruhi oleh berperannya program bimbingan dan konseling di sekolah. Guru BK masih terfokus pada pembinaan karir, dan rencana masa depan siswa, bukan berfokus pada kesehatan mental siswa itu sendiri.
Beberapa alasan mengapa peran guru BK sangat penting dalam mendukung kesehatan mental siswa; (1) identifikasi masalah kesehatan mental sejak dini, (2) layanan konsultasi, (3) mencegah perundungan dan konflik, (4) konseling kesehatan mental, (5) mengelola tekanan akademik, (6) memberikan dukungan emotional, (7) pengembangan ketrampilan sosial, (8) pendidikan perilaku positif, (9) kolaborasi antara guru dan pendidik, (10) pengembangan karir dan identitas.
DAFTAR RUJUKAN
Taher, Y., Aditama, M. H. R., Syam, S., & Mansur, D. (2021). Professionalism Guidance and Counseling Teachers. Educouns Journal: Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 2(2), 91– 99. https://doi.org/10.53682/EDUCOUNS.V2I2.2607
Ulfah, U., & Arifudin, O. (2020). Implementasi Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dalam Kurikulum 2013. Jurnal Tahsinia, 1(2), 138–146. https://doi.org/10.57171/JT.V1I2.189
Supriyanto, A., Hartini, S., Syamsudin, S., & Sutoyo, A. (2019). Indicators of professional competencies in research of Guidance and Counseling Teachers. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), Art. 1. https://doi.org/10.25273/counsellia.v9i1.3927
Prabowo, A. (2016). Kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(2), 246–260. https://doi.org/10.22219/JIPT.V4I2.352
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI