Mohon tunggu...
Apriliana Jumiyati
Apriliana Jumiyati Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Universitas Mercu Buana

Mahasiswa Sarjana Teknik Sipil - NIM 41124010091 - Fakultas Teknik - Pendidikan Anti Korupsi dan Etik UMB

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kebatinan Mangkunegaran IV Pada Upaya Pencegahan Korupsi dan Transformasi Memimpin Diri Sendiri

29 November 2024   06:47 Diperbarui: 29 November 2024   06:52 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prof. Dr. Apollo Daito, M.Si.Ak

Sifat sombong atau merasa lebih tinggi dari orang lain hanya akan menimbulkan ketidakharmonisan. Sombong adalah sikap yang tidak pantas dan menunjukkan kelemahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang merasa dirinya lebih dari orang lain, hal itu hanya akan menyebabkan ketidaknyamanan dan kerusakan dalam hubungan sosial. Sebaliknya, sikap rendah hati lebih dihargai karena mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan. Kita seharusnya berusaha untuk tetap rendah hati, tidak membanggakan diri, dan menghormati orang lain tanpa merasa lebih dari mereka.

14. Ugungan sedina-dina

Menginginkan pujian setiap hari dapat menunjukkan ketergantungan pada pengakuan orang lain. Pujian memang bisa menyenangkan, tetapi jika kita terlalu mengandalkan pujian, kita akan kehilangan rasa percaya diri yang sejati. Sebaiknya kita berusaha melakukan yang terbaik dengan niat yang tulus, tanpa mengharapkan pujian atau perhatian dari orang lain. Dengan cara ini, kita bisa lebih fokus pada kualitas pekerjaan atau tindakan kita, bukan pada seberapa banyak pujian yang diterima. Ini akan membuat kita lebih bahagia dan puas dengan diri kita sendiri.

15. Lumuh asor kudu unggul

Perilaku sombong sering kali tercermin dalam cara kita berbicara. Seseorang yang suka membanggakan dirinya melalui kata-kata akan mudah terlihat sombong. Sebaliknya, kita harus menjaga tutur kata kita agar tetap rendah hati dan menghargai orang lain. Berbicara dengan rendah hati bukan hanya soal memilih kata yang tepat, tetapi juga menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Ketika kita berbicara dengan sopan dan tidak memamerkan diri, kita akan dihargai lebih tinggi dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Manusia Nusantara, Ngeksiganda (Mataram) Pemimpin Penambahan Senopati

Pemimpin dari Nusantara, khususnya Mataram, harus memiliki ketekunan dalam menjalankan tugas dan berusaha mengurangi nafsu dengan menjalani latihan spiritual seperti puasa, tirakat, dan olah batin. Pemimpin harus selalu berupaya keras dalam bekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses ini, pemimpin tersebut tidak hanya mengutamakan hasil, tetapi juga menjaga kedamaian batin melalui kegiatan yang memurnikan diri. Dengan cara tersebut, mereka tidak hanya menciptakan kedamaian bagi dirinya, tetapi juga bagi rakyat yang dipimpin.

Pentingnya Spiritualitas: Hidup Harus Serius

Spiritualitas merupakan unsur penting dalam menjalani kehidupan yang penuh makna. Dalam hidup ini, kita perlu menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas spiritual dan batin kita.

1. Manfaatkan waktu luang untuk kebaikan dan memperbaiki jiwa

Saat memiliki waktu kosong, kita sebaiknya menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang bisa memperkaya jiwa, seperti berpuasa, mengaji, atau menjalani tirakat. Kegiatan spiritual ini penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menenangkan hati. Dengan begitu, kita tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga menumbuhkan kedamaian dalam diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun