Â
Arjuna adalah satria Pandawa ketiga. Dia adalah satria yang tampan dan jago memanah. Dewa memberinya kesaktian yang luar biasa karena dia rajin bertapa.
Suatu hari Arjuna akan bertapa lagi. Perjalanannya berbulan – bulan melewati hutan. Setibanya di gunung dia memutuskan untuk bertapa di gunung tersebut dan memulai pertapanya.
Arjuna sudah bertapa di gunung selama berbulan – bulan tanpa henti. Tubuhnya memancarkan sinar dan kekuatan yang dahsyat. Hal tersebut menyebabkan puncak gunung terangkat keatas hingga hampir menyentuh langit.
Kayangan tempat para dewa sampai terguncang. Batara Narada segera turun ke bumi untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Kayangan sampai terguncang.
Batara Narada menemukan Arjuna sedang bertapa di gunung tersebut. Dia memanggil Arjuna berusaha untuk menghentikan pertapanya tetapi itu gagal. Arjuna tak bergeming walaupun dia mendengar Batara Nadara memanggilnya dan mengatakan bahwa para dewa akan celaka dia tetap melanjutkan pertapanya. Arjuna berpikir bahwajika dewa kebingungan dewa akan memberikannya senjata dan kesaktian.
Batara Narada tidak berhasil menghentikan pertapa Arjuna walaupun dia telah menawari berbagai kesaktian. Batara Narada putus asa dan memutuskan kembali ke Kayangan untuk melapor kepada Batara Guru.
Sesampainya di Kayangan Batara Narada segera melapor kepada Batara Guru tentang Arjuna. Batara Guru tidak mengerti apa kemauan Arjuna kemudian, dia memanggil beberapa bidadari cantik untuk menggoda Arjuna.
Para bidadari segera turun ke bumi. Mereka mulai menggoda Arjuna dengan berbagai cara. Arjuna tidak bergeming dari pertapaanya dan tidak tergoda sedikit pun dengan rayuan para bidadari itu. Mereka pun kembali ke Kayangan dan melapor kepada Batara Guru bahwa mereka gagal.
Setelah itu, Batara Guru memanggil dedemit untuk menakut – nakuti Arjuna. Pasuka dedemit dikirim ke tempat Arjuna bertapa. Arjuna tetap tidak bergeming walaupun berbagai cara sudah para dedemit tersebut untuk menakut – nakuti Arjuna. Mereka pun kembali ke Kayangan dan melapor kepada Batara Guru bahwa mereka juga gagal.
Batara Guru sangat resah. Saat hampir putus asa kemudian, dia teringat pada Dewa Ismaya yang tidak lain adalah Semar yang menjadi abdi dan juga penasihat Arjuna. Batara Guru memerintahkan Batara Narada turun ke bumi lalu menemui Semar untuk membangunkan Arjuna dari pertapanya.