Secara kultural, spiritual dipahami berada pada lingkup peran, fungsi dan tujuan yang tidak berbeda dengan ajaran agama, kecuali penekanan pada dimensi batinnya.
Dimensi batin ini, bermaksud mengangkat dan menegakan martabat manusia melalui transmisi yang dimilikinya, terutama dalam bentuk transfer knowledge dan transfer value.
Pentingnya menekankan pilar kecerdasan spiritual melalui pengamalan ajaran agama yang berdimensi  spiritual, masa sekarang sudah menjadi sebuah keniscayaan yang mendesak.
Bahwa spiritualitas mencakup karakter seseorang, namun bukan hanya sikap yang dicerminkan oleh perilaku, tetapi juga terkait dengan motif yang melandasi suatu sikap batin dan perasaan yang berhubungan dengan sekitarnya.
Keadaan lingkungan sekeliling, baik keadaan sosial budaya maupun lingkungan fisiknya akan mempengaruhi nilai-nilai spiritual seseorang sehingga memunculkan suatu sikap yang kemudian diaplikasikan melalui perilaku kesehariannya.
Manusia yang memiliki tingkat spiritualitas tinggi akan memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga berdampak pula pada kepandaiannya dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Lantas apa saja manfaat kecerdasan spiritual bagi manusia itu?
1. Mendidik hati menuju kearah yang lurus  dan benar, karena melalui penempaan hati yang terimplentasi bukan hanya menekankan pada segi pengetahuan kognitif intelektual saja, akan tetapi juga menumbuhkan segi-segi kualitas psikomotorik dan kesadaran spiritual yang reflektif dalam kehidupan sehari-hari.
2. Membuat manusia memiliki hubungan yang lebih kuat dan erat dengan tuhannya, sehingga berdampak pada kepandaian dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Karena tuhan akan senantiasa membimbingnya dan bahkan membantunya, sehingga kondisi spiritual manusia berpengaruh terhadap perilaku dan kehidupannya, jika kondisi spiritualnya baik maka akan menyebabkan baik pula orang itu.
3. Akan melahirkan keputusan yang terbaik, melalui keputusan spiritual yang diambilnya lebih mengedepankan sifat-sifat ilahiyah, menuju pada kesabaran dan ketaatan dalam mendapatkan ridha tuhan Yang Maha Esa.
4. Menjadi landasan yang sangat mendasar dalam menumbuh fungsikan IQ dan EQ secara efektif. Kecerdasan spiritual (SQ) seringkali dianggap sebagai kecerdasan tertinggi dari kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam ranah multiple intellegence seperti kecerdasan fisik (PQ), kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan emosional (EQ).
Orang yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) akan mampu mengerti apapun makna dibalik semua kejadian dalam hidupnya dan akan mampu menyikapi segala sesuatu yang terjadi kepada dirinya dengan positif.
Kecerdasan spiritual ini merupakan kecerdasan batiniyah dari pikiran dan jiwa untuk membangun diri menjadi manusia seutuhnya dengan selalu berfikir positif dalam menyikapi setiap kejadian yang dialaminya.
Orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu memaknai derita hidup dengan memberi makna yang positif pada setiap peristiwanya, masalahnya, bahkan semua penderitaan yang dialaminya.Â
Demikianlah manfaat dari kepemilikan kecerdasan spiritual bagi manusia, semua orang dapat memilikinya melalui beragam tempaan dalam meraihnya, tentunya yang paling baik bisa di dapatkan dengan melalui penanaman, tempaan dan pengamalan ajaran agama yang baik. Â Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H