Jika Ria menyebut menu sarapan, Lilan menyebut cara mencuci piring.
Di Indonesia, kita menyabuni alat makan satu per satu lalu membilasnya dengan air keran yang mengalir.
Pada awal pernikahan, aku harus mempelajari cara orang Selandia Baru mencuci piring. “You have to fill the sink with hot water, put the detergent, and sink the dirty dishes.”
Itu pelajaran mencuci piring dari suamiku. Menurutku, bukan soal benar atau salah sih. Ini hanya perbedaan kebiasaan. Setelah menjadi isteri, aku berusaha mengikuti kebiasaan suami.
Sebelum masuk ke topik "resep membangun keluarga campuran yang bahagia", mari dengarkan terlebih dahulu kisah Ria tentang suka duka punya suami Turki.
Resep membangun keluarga campuran yang bahagia
Rumah tangga Ria dan Göktuğ kini berumur 3 tahun lebih 4 bulan. Lilan dan John belum lama ini merayakan 13 tahun usia pernikahan mereka.
Ron dan Hani baru merayakan sweet seventeen ikatan pernikahan mereka. Sementara pernikahan Sita dan Bob sudah melewati tiga dekade.
Apa resep mereka dalam membangun keluarga bahagia? Keempat pasutri tersebut secara kompak mengatakan bahwa resep yang akan saya rangkum ini bukan hanya berguna untuk keluarga campuran melainkan untuk semua keluarga secara umum.
Pertama, sabar dan fokus pada sisi baik pasangan
Setiap hubungan ada pasang surutnya. Hubungan pernikahan memiliki pasang surut yang lebih intens.
Thomas Jefferson mengingatkan kita untuk menghitung sampai sepuluh jika sedang marah. Tingkat kesabaran bertambah seiring dengan latihan.