Mohon tunggu...
Anis Contess
Anis Contess Mohon Tunggu... Guru - Penulis, guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mendapati Sunyi

30 Agustus 2020   05:01 Diperbarui: 30 Agustus 2020   05:35 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Hujan adalah tangisan
Awan menjadi kegundahan
Rindu pendam
Atas pilu kehilangan

Aku tertawa ceria
Dengan warna merah darah merona
Aku nampak suka
Tanpa setetespun air mata


Setelah purna berganti sepi
Kubuka tudung diri
Mendapati sunyi
Sungguh, kuingin pula pergi

Kalau bukan karena titipan
Kalau bukan karena warisan
Untuk sebuah mahkota abadi nanti
Mungkin, lenyap sudah namaku mengikuti

Untuk 2 perempuan yang penuh uban
Untuk 2 lelaki yang makin gagah tampan
Kupersembahkan kehidupan
Hingga mataku tertutup tanah kuburan

Anis Hidayatie,
Dhompo - Ngroto 29,30 /8/2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun