Mohon tunggu...
Anis Contess
Anis Contess Mohon Tunggu... Guru - Penulis, guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Ayah

3 Mei 2019   09:30 Diperbarui: 3 Mei 2019   10:03 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


Ayah,
Mungkin anakmu ini telah lama tak membuatkan teh manis untukmu
Atau sekedar mendengar ceritamu, berjuang mencari penghidupan untuk kemuliaanku

Ayah,
Mungkin anakmu ini belum pernah menjadi gadis manis seperti yang kau impikan dahulu.
Ada banyak kesibukkan yang mengasyikkan sehingga ku lupa engkau butuhkan perhatianku.

Ayah,
Anakmu ini mungkin belum sering membelikan barang kesukaanmu seperti engkau dahulu penuhi permintaanku, hingga aku tak punya waktu lagi melakukannya

Ayah,
Engkau ajari aku bagaimana harus kuat menjalani hidup, melewati rintangan agar aku mampu menjalani takdirku ketika engaku tak lagi bisa mengawasiku.

Ayah,
Allahummaghfirlahu, kupintakan ampunan untukmu, warhamhu, tercurah  rahmat  di rumah barumu, wa afihi, menuai sejahtera di peraduan damai,
wa'fu'anhu,  dimaafkan segala dosa salah dari masa lalumu

Ditulis Dessy Suparni untuk Anis Hidayatie

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun