Mohon tunggu...
ANGRA PRIYA
ANGRA PRIYA Mohon Tunggu... Mahasiswa

Hobi Menonton Dan Review Film

Selanjutnya

Tutup

Film

Singsot: horror lokal yang berani beda, tapi kurang greget ceritanya

17 Maret 2025   23:22 Diperbarui: 17 Maret 2025   23:22 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : https://www.imdb.com/title/tt35703227/

Horor Indonesia belakangan ini semakin berani mengeksplorasi budaya lokal dengan cara yang lebih autentik. Salah satu yang mencoba menonjol adalah Singsot, sebuah film yang diadaptasi dari film pendek dengan cerita berakar kuat pada mitos Jawa. Tapi apakah Singsot benar-benar sukses menghadirkan ketegangan yang menggigit, atau justru terasa tanggung dalam eksekusi?

Sinopsis: Teror Siulan Maut

Singsot mengangkat cerita tentang mitos siulan kematian yang dipercaya bisa membawa malapetaka. Film ini mengikuti perjalanan seorang pemuda yang tanpa sengaja membuka portal ke dunia gaib setelah mendengar suara siulan misterius. Seiring berjalannya cerita, ia dihadapkan dengan berbagai kejadian ganjil yang semakin intens, mengancam keselamatannya dan orang-orang di sekitarnya.

Kelebihan: Nuansa Budaya yang Kental

Salah satu aspek paling menarik dari Singsot adalah keberaniannya dalam mengangkat mitos lokal tanpa terjebak dalam klise horor Indonesia yang itu-itu saja. Film ini menggunakan dialog dalam bahasa Jawa yang kental dan menghadirkan aktor-aktor yang benar-benar mewakili budaya setempat. Tidak ada aksen Jawa setengah-setengah, dan ini memberi kesan autentik yang jarang ditemukan di film horor Indonesia lainnya.

Dari segi teknis, Singsot cukup rapi dalam pengambilan gambar. Warna-warna yang digunakan menciptakan atmosfer yang mendukung nuansa horor tanpa berlebihan dalam permainan filter gelap atau efek suara yang mengganggu. Akting para pemeran juga patut diapresiasi, terutama dalam membangun ketegangan yang alami.

Kekurangan: Klimaks yang Antiklimaks

Namun, meskipun awalnya menjanjikan, film ini terasa kehilangan arah di bagian klimaks. Dengan dunia yang begitu luas dibangun, Singsot justru gagal memberikan build-up yang kuat menuju puncak ketegangan. Beberapa elemen supernatural yang diperkenalkan terasa kurang dieksplorasi secara maksimal, membuat beberapa bagian cerita terasa menggantung dan kurang memuaskan.

Efek CGI yang digunakan pun menjadi salah satu titik lemah. Alih-alih menambah kesan seram, beberapa adegan justru membuat penonton ingin tertawa karena efeknya yang kurang halus. Ini cukup disayangkan mengingat atmosfer dan akting para pemeran sebenarnya sudah cukup baik dalam membangun ketegangan.

Selain itu, pacing film ini terasa kurang konsisten. Beberapa adegan terasa berlarut-larut tanpa urgensi yang jelas, sementara bagian yang seharusnya menjadi titik klimaks justru terasa terlalu cepat dan kurang impactful.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun