Kuliah Kerja Nyata (KKN) Â yang dilakukan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan terkait bidang pertanian dan sosial masyarakat di seluruh desa mitra FPB.Â
Desa mitra yang dimaksud adalah Desa Cukilan dan Desa Sumberejo. Lokasi mahasiswa KKN kelompok 5 berada di Dusun Banjaran Gunung, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Kegiatan KKN ini dilaksanakan selama 30 hari, yaitu dari tanggal 31 Oktober 2022 sampai 30 November 2022.Â
Setelah beberapa kali melakukan wawancara dengan Bapak Nur Kholis selaku Kepala Dusun Dusun Banjaran Gunung dan pembimbing desa dari kelompok 5, komoditas utama di dusun ini adalah padi.Â
Komoditas hortikultura seperti sayur belum banyak dibudidayakan di dusun ini karena masalah ketersediaan air yang terbatas. Meskipun di Dusun Banjaran Gunung terdapat kolam penampungan air atau yang biasa disebut embung, tetapi embung ini hanya mampu mengairi beberapa luasan lahan di sekitarnya saja.Â
Padahal Desa Cukilan termasuk desa yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian khususnya komoditas tanaman hortikultura dan tanaman pangan, hal ini dikarenakan kondisi iklim dan lahannya sangat sesuai untuk kedua komoditas tersebut.
Oleh karena itu, program kerja yang diterapkan oleh kelompok 5 di desa Cukilan terutama di Dusun Banjaran Gunung terdiri dari 2 program, yaitu sosialisasi pemanfaatan sistem hidroponik tenaga surya berkelanjutan (Hasil alat PKL 3) dan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk vertical garden. Tanaman yang digunakan adalah tanaman hortikultura sayur dan hias.Â
Alasan memilih program pemanfaatan sistem hidroponik tenaga surya berkelanjutan karena pemanfaatan hidroponik dapat mengatasi permasalahan sulitnya pemenuhan air pada musim kemarau, dan pemanfaatan tenaga surya ini dapat membuat peletakan sistem hidroponik lebih fleksibel karena tidak terpatok dengan sumber listrik.Â
Sedangkan memilih program sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk vertical garden karena penggunaan air lebih efektif, sekaligus mampu memperindah atau mempercantik halaman rumah.Â
Hidroponik Tenaga Surya dan Vertical Garden
Hidroponik adalah sistem menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Hidroponik menggunakan air lebih efisien sehingga cocok digunakan di daerah yang persediaan airnya terbatas (Susilawati, 2019).