Hari ini saya mencoba menulis Obituari BJ Habibie. Karena saya bukan seorang Insinyur jadi saya angkat dari cara Pak Habibie memerangi Hoax dan Fitnah yang saat ini marak terjadi, dan karena saya tidak mempunyai foto beliau akhirnya saya pasang foto diri dengan alat sains.
Mr Crack, ya...itu adalah nama populernya di kalangan Insinyur seluruh dunia. Pak Habibie adalah orang pertama di dunia yang mengeluarkan metodologi cara mengitung hingga satuan atom untuk memprediksi potensi retakan, dan arah retakan di konstruksi pesawat, terutama di sayap dan bagian sambungan pesawat dan badan..
Temuan Habibie itu bermula dari tantangan Departemen Pertahanan Jerman kepada para ahli untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Fokker 28 dan pesawat tempur Jerman Starfighter F-104 G.Â
Tantangan itu dijawab oleh Habibie yang kala itu bekerja di perusahaan Hamburger Flugzeugbau (HFB). Hasil yang memuaskan, pesawat yang sering jatuh dengan kerugian besar menjadi sangat aman. Temuan yang mengubah dunia.
Hasil sangat mengejutkan walaupun dunia sains bukan bidang Pak Habibie yang seorang Insinyur . Capaian ini mendapatkan tawaran menarik dari semua kalangan Insinyur di seluruh dunia, tetapi Pak Habibie memilih untuk pulang ke Indonesia demi membuat pesawat sendiri.
Berbagai capaian saat mengembangkan Nurtanio (sekarang PT DI) dengan masih bekerja sama dengan Bolkow Helikopter, Cassa dan beberapa Brand penerbangan asing lainnya. Hingga dengan bangganya mengusung nama N.
Insial N untuk produk N250 yang didesain khusus untuk negara kepulauan yaitu Indonesia dengan arti N adalah Nusantara. Inilah keseluruhan pesawat yang dibuat 100% murni tangan anak Indonesia.Â
Pesawat jet ada dua jenis, jet propeler (baling-baling) dan jet turbo (yang sekarang ini pasti semua sudah tahu-jelas semburan suaranya yang memekakkan telinga).Â
Pak Habibie memilih jet propeler/berbaling-baling karena sangat cocok dengan kepulauaan nusantara dan irit bahan bakar karena sudah memprediksi bahan bakar akan mahal di kemudian hari.
Jet propeler dan dibuat amat sangat canggih pada masanya. Saat itu banyak pesawat masih memakai cara manual dan N250 memilih sistem Fly-by-wire (sistem kontrol komputerisasi).Â
Mungkin saat ini orang tidak aneh apalagi saat ini sudah revolusi 4.0 di mana pabrik-pabrik pun dalam memproduksi sesuatu hanya membutuhkan satu atau dua orang operator saja di depan komputer. Tapi pesawat ini adalah buatan 1995 jadi sangat aneh dan canggih saat itu.