Namanya begitu sederhana namun penuh pesona, menantang diri sendiri untuk selalu unggul sehingga gaungnya melebihi diri sendiri, melebihi negeri tempat bernaung, melebihi kadar regional dan akhirnya mendunia: “Semenanjung”.
“Semenanjung” atau “Peninsula” mungkin kalah pamor dari nama brand sesungguhnya yang saya maksud: Al Jazeera, sebuah nama perusahaan broadcasting yang dimiliki oleh Al Jazeera Media Network yang berbasis di Doha, Qatar. Al Jazeera Media Network sendiri merupakan perusahaan yang didanai oleh House of Thani yang dimiliki oleh keluarga penguasa Qatar saat ini. Dari cara memberikan nama inilah, saya melihat betapa Qatar, yang hanya negeri kecil mungil berhasil membesarkan dirinya dengan membentuk corong yang menghasilkan gaung dan pamor yang tidak hanya sekadar dan semata-mata Qatar tapi juga pancaran pengaruh di semenanjung Arab dan dengan seiring berkembangnya Al Jazeera, kita dapat mencatat sendiri betapa mendunianya brand dengan slogan "The Opinion and The Other Opinion" tersebut.
Berdasarkan release terakhir pada situs resmi Al Jazeera disampaikan fakta bahwa lebih dari 220 juta keluarga di lebih dari 100 negara telah menikmati siaran dari jaringan tersebut. Jaringan Al Jazeera juga memiliki lebih dari 65 biro di seluruh dunia terutama di belahan bumi bagi selatan, memiliki lebih dari 3.000 karyawan di seluruh dunia termasuk lebih dari 400 jurnalis dari lebih 60 negara. Berikut ini adalah jaringan-jaringan yang masuk dalam Al Jazeera Network:
1. Al Jazeera Satellite channel (Arabic)
2. Al Jazeera English
3. Al Jazeera Documentary
4. Al Jazeera Sport
5. Al Jazeera Mubasher (Live)
6. Al Jazeera Media Training and Development Centre
7. Al Jazeera Centre for Studies
8. Al Jazeera Mobile
9. Al Jazeera.net (the Arabic web site)
10. Al Jazeera English Online (the English web site)
Tidak perlu jauh-jauh ke jazirah Arab, di seberang Pulau Batam, Kepulauan Riau itu ada juga raksasa broadcaster yaitu MediaCorp yang dimiliki oleh Temasek Holdings (milik pemerintah Singapura). MediaCorp menaungi banyak perusahaan yang bergerak di industri broadcasting baik lokal maupun internasional. Sama halnya dengan Qatar di semenanjung Arab, saya menyimpulkan betapa Singapura, negeri kecil mungil itu berhasil membesarkan dirinya dengan membentuk corong yang menghasilkan gaung dan pamor yang tidak hanya sekadar lokalitas Singapura tapi juga memancarkan pengaruh ke wilayah Asia Tenggara bahkan dengan jaringan Channel NewsAsia yang merupakan salah satu jaringan yang bernaung pada MediaCorp, slogannya pun sangat lantang dan berkibar-kibar, Channel NewsAsia: “Understanding Asia”.
Qatar dan Singapura berani keluar memancarkan pesona unggul dirinya melalui industri broadcasting. Al Jazeera dan Channel NewsAsia bukan lagi sekadar tentang lokalitas Qatar dan Singapura. Dalam jangkauan riilnya Al Jazeera tidak hanya berperan regional tapi juga sudah meng-global dan Channel NewsAsia tidak hanya mengambil posisi terhadap jiran tapi juga merambah ke Asia Raya.
Dan seiring dengan kuatnya industri broadcasting yang dikompori oleh negara tersebut, kita juga dapat melihat dengan obyektif bagaimana tangguhnya kedua negara dalam hal politik luar negerinya. Tidak percaya ? Silakan pelajari sendiri tentang bagaimana Qatar dan Singapura bermain cantik dalam politik luar negerinya (di-google saja ya…banyak kok materinya).
Siapa yang masih berpikir Indonesia tidak perlu corong serupa Al Jazeera dan Channel NewsAsia ? Siapa yang masih berpikir politik luar negeri bukan hal yang prioritas untuk Indonesia kini ?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI