Mohon tunggu...
KompasiAnas Rivai
KompasiAnas Rivai Mohon Tunggu... -

Warga Negara Indonesia yang sangat biasa, suka marketingan, sambil belajar menulis dengan komputer tua yang suka hang jg lemot koneksinya, kalo pas lagi mood suka nulis di blog Renjanahati, My Blogpost dan Distributor Bio Alkaline Bandung

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Senja Hati Penjual Siomay

10 Oktober 2010   13:10 Diperbarui: 26 Juni 2015   12:33 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

1) Mungkin sekarang anda semua dirumah/di kafe/bercengkerama dengan keluarga dan teman, tapi barusan melihat seorang bapak penjual siomay.

2) Dengan sepeda tua, kehujanan cuma berkerudung plastik sekedar menutupi kepalanya, tatapan mata yang kosong, dengan suara sumbang penanda dagangan.

3) Seperti terbersit dalam hatinya, semoga keluargaku masih bisa makan besok, Pak..aku hanya bisa mengamini pengharapanmu.

Beberapam jam kemudian...

4) Hujan baru saja berhenti, semoga bapak penjual siomay tadi sudah di rumah, menyandarkan sepeda tuanya, menurunkan dagangan dan menukar bajunya.

5) Potret kehidupan kami,kesederhanaan tanpa tepi, bapak itu mengguman sendiri, menebar sarung lusuhnya buat sekedar menghangatkan badan.

6) Ujarnya,"Duh Gusti kang murbeing dumadi, jadikan kami hambaMu yang selalu bersyukur, apapun yang terjadi malam ini istiqomahkan hati kami".

7) Demi selalu menjalankan amanahMu, lalu ia pandangi wajah anak dan istrinya, maafkan bapak ya, malam ini bapak pulang tidak membawa apa-apa.

Update dari Twitter saya : @anasmara

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun