Lihat ke Halaman Asli

Zulfakriza Z.

Dosen yang senang ngopi tanpa gula dan tanpa rokok

Memahami Mekanisme Gempa 25 Juli 2015

Diperbarui: 26 Juli 2015   05:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Gambar 1. Peta posisi kejadian 25 Juli 2015, Sumber foto : koleksi pribadi hasil print screen dari http://earthquake.usgs.gov/)

Gempa yang terjadi pada Sabtu pagi 25 Juli 2015 pukul 04.44 tergolong gempa interplate yang sumber gempanya (hiposenter) berada pada zona subduksi pertemuan lempeng. BMKG merilis kekuatan gempanya pada magnitudo 5.7 dengan kedalaman posisi gempanya 72 km, sedangkan USGS merilis kekuatan gempa madnitudo 5.4 pada kedalaman 82 km. Posisi gempanya berjarak sikitar 76 km arah selatan Kota Cilacap. Sehingga menjadi dasar BMKG menyebut gempa ini dengan nama Gempa Cilacap bukan Gempa Ciamis. Meskipun goncangan gempanya dirasakan sampai ke pantai Pangandaran dan Ciamis. Sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat yang berada dekat pantai sesaat setelah terjadi gempa.

Jika dilihat dari rekaman gempa yang pernah terjadi di selatan Jawa, maka ada beberapa gempa yang pernah terjadi berdekatan dengan gempa yang terjadi pada 25 Juli 2015 lalu. Dari gambar koleksi pribadi, terlihat sebaran gempa bumi yang pernah terjadi di Selatan Jawa. Data diambil dari Global CMT dari tahun 1976 - 2013 dan diplot dengan menggunakan Generic Mapping Tools (GMT) freesoftware.

(Gambar 2. Peta sebaran kejadian gempa dan mekanismenya dari tahun 1976 - 2013 dengan magnitudo lebih dari 5. sumber gambar koleksi pribadi)

Salah satu cara untuk memamahi sumber gempa dengan baik, para seismolog biasa menggunakan parameter focal mechanism atau beach ball yang dalam bahasa Indonesianya lebih kurang mekanisme fokus gempa. Mekanisme fokus ini akan memberikan gambaran apakah sebuah kejadian gempa itu akibat sesar naik, sesar normal atau sesar mendatar. Dan bedasarkan mekanisme fokus yang dikeluarkan oleh USGS memperlihatkan bahwa gempa Cilacap 25 Juli 2015 dipicu oleh adanya mekanisme penyesaran oblique yang merupakan gabungan antara sesar naik dan mendatar. Dalam hal ini penyesaran sesar naik lebih dominan. Gempa dengan mekanisme seperti ini merupakan gempa yang lazim terjadi pada zona pertemuan lempeng.

(Gambar 3. Mekanisme fokus kejadian gempa 25 Juli 2015, Sumber foto : koleksi pribadi hasil print screen dari http://earthquake.usgs.gov/)

 

Selamat menikmati hari minggu

Canberra, 26 Juli 2015




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline