Lihat ke Halaman Asli

Zairiyah kaoy

TERVERIFIKASI

Hipnoterapis, penulis buku seberapa kenal kamu dengan dirimu, bahagia dengan pemetaan pikiran.

Mengapa Senyuman yang Tulus Dapat Mengubah Duniamu?

Diperbarui: 10 Januari 2022   14:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi Rasa bahagia membuat seseorang tidak mudah menyalahkan orang lain, ia cenderung mampu menerima persepsi dari berbagai aspek dan mendamaikan orang yang berselisih (jofreepik/freepik)

Seiring dengan banyaknya perubahan-perubahan dalam kehidupan yang melibatkan pikiran dan perasaan, apakah mengenai bencana alam, berita yang menggetarkan emosi dan lainnya, membuat manusia menjadi cenderung sulit untuk tersenyum dengan tulus dan merasa bahagia. 

Lagi-lagi bicara tentang bahagia dan apakah penting merasa bahagia? Mengapa rasa bahagia ini harus kerap diakses ke dalam kehidupan? Kebahagiaan yang telah terusir dari hati setiap manusia akibat dari ketidakmampuan kita mengendalikan pikiran dan perasaan saat didera persoalan.

Tekanan ekonomi, perilaku pergaulan anak, kejenuhan dalam rutinitas, berita yang sarat dengan hujatan dan hinaan, dan lain sebagainya membuat manusia sudah sangat sulit untuk tersenyum dan hidup dalam ketegangan. 

Apa yang membuat kita menjadi sosok yang tidak bahagia? mengapa sering terjadi komentar hinaan dan hujatan dimana-mana? Bagaimana cara keluar dari rasa tidak bahagia ini di dalam hati masing-masing individu? Dan seberapa penting senyuman yang tulus di dalam kehidupan? Berikut penjelasannya.

Penyebab ketidakbahagiaan

Ketika kita membicarakan mengenai ketidakbahagiaan, seolah hal yang sangat sensitif dan membuat seseorang malu untuk mengakui bahwa dirinya tidak bahagia. Namun ketidakbahagiaan ini bisa terlihat dari cara ia menyikapi orang lain, apakah itu secara verbal dan non verbal. Seperti apa sebenarnya ciri-ciri tidak bahagia di diri seseorang?

Rasa bahagia yang sesungguhnya adalah mudahnya ia tersenyum dengan ketulusan hatinya karena ia dipenuhi oleh rasa bersyukur dalam hidupnya.

Rasa bersyukur sejatinya tampak dari raut wajah yang tenang dan damai, sehingga pembawaannya akan terlihat tenang dan selalu sukacita dalam berbagai hal. Ia mudah menerima segala kondisi, baik itu terjadi di dirinya maupun orang lain, tidak mudah terprovokasi dan selalu tegak dengan pendirian yang baik.

Rasa bahagia ini membuatnya tidak mudah menyalahkan orang lain, ia cenderung mampu menerima persepsi dari berbagai aspek dan mendamaikan orang yang berselisih, ia menebarkan energi bahagianya dengan tutur kata yang baik dan meneduhkan orang banyak.

Rasa bahagia ini mudah dideteksi dengan hal-hal positif yang dilakukannya, karena energi bahagia ini sangat tinggi (600 Hz) dan membuatnya menjadi tampak awet muda dan bersinar.

Menurut kajian sains, Ketika seseorang tersenyum ada 16 otot wajah yang digerakkan untuk membentuk senyuman manis berbanding 43 otot yang digunakan ketika wajah seseorang sedang masam atau cemberut. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline