Menundukkan kepala, suatu hal yang paling tidak disukai ialah menjatuhkan nama orang lain atau menunjukkan kesalahan orang lain. Walaupun orang itu Merugikan dirinya sendiri Iya pantang Mendendam Iya tetap tidak mau mengatakan kepada siapa saja. Mengenal watak dan jiwa tersenyum maklum.
Setiap manusia oleh Tuhan dikaruniai segala dengan keadilan Tuhan. Sungguh sangat disayangkan kalau sampai yang ingin maju dan ingin melihat mainkan beberapa orang lain Ada yang iri, akibat dari diri justru berusaha untuk menjatuhkan cita-cita yang sungguh Luhur itu tidak terbuka untuk mereka yang betul-betulan sempurna jasmani. Jiwa kesatriaan seperti Satria Bandarjunut, Raden Hario Dursasana yang Sombongnya selangit. Suka membual pada kesaktiannya Tetapi kalau perang tidak pernah menang.
Melihat tokoh perwatakan Kurawa dan Pandawa dapat membedakan perwatakan yang baik dan yang jelek karna dan Kurawa memang kelompok dari gambaran keserakahan. Kelompok orang-orang bersalah. Kurawa selalu minta benarnya sendiri. Sedang Karwa mengetahui salah dan harus dibasmi karena itu karna sebagai senapati Kurawa memberanikan Kurawa untuk perang melawan Pandawa dalam Baratayuda. Tanpa dorongan karna sebenarnya Kurawa sudah ketakutan pada Pandawa. Kalau demikian mestinya karna membantu Pandawa. Biar Kurawa yang sudah ketakutan cepat kalah dari Pandawa. Kalau karna membantu Pandawa, Baratayuda gagal. Kegagalan Baratayuda berarti Kurawa masih hidup dan selama Kurawa masih ada kejahatan dari Kurawa tidak terbasmi.
Di sini, 2 pelajaran kesatriaan karna yang patut kita contoh dan kita renungkan. Pertama karna menunjukkan baktinya pada Kurawa yang telah memberikan kebaikan kedudukan pada dirinya. Kedua, Karna membantu melenyapkan keangkaran yang di lakukan Kurawa. Karna sudah percaya penuh, Kurawa pasti kalah dengan Pandawa. Kejahatan akan dikalahkan dengan kebenaran Pandawa. Secara tidak langsung karna, telah membantu adik-adiknya menghancurkan kejahatan Kurawa.
Seorang, ksatria tidak hanya mencari enaknya diri sendiri. Karna, bela diri menjadi korban peperangan demi orang lain demi saudaranya lebih penting lagi demi kemenangan kebenaran
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H