Lihat ke Halaman Asli

Andai Aku Presiden RI Episode 63 – “Pidato di Hari Cinta”

Diperbarui: 26 Juni 2015   17:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Berikut ini adalah skrip pidato Presiden RI pada Hari Cinta. Diketik oleh sekretaris pribadi Mr. President, Natalia Debiova Bolsov. Diedit ulang oleh Penasihat Mr. President, Ontoseno Mangkurondho. Digandakan dengan mesin Risso oleh Kepala Rumah Tangga Istana, Jemangin Kanginan Parangin Angin.

Dan detik ini, sedang kubaca di studio eksklusif televisi swasta. Dan disiarkan secara langsung ke seluruh pelosok negeri. Ontoseno menyimak pidatoku. Katanya, siapa tahu ada yang keliru tulis atau keliru ketik. Maka dia mengawasi jalannya pidatoku.

Assalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Salam Sejahtera untuk Seluruh Rakyat Negeri Ini.

Yang terhormat, para gubernur, bupati dan walikota..

Yang tercinta, tukang becak, tukang gorengan dan kernet angkot..

Yang terhormat, anggota parlemen, pusat maupun daerah..

Yang tercinta, tukang bakso, tukang siomai dan pedagang asongan..

Yang terhormat, para menteri dan kepala lembaga tinggi negara..

Yang tercinta, kuli bangunan dan tukang sapu di stasiun, di jalan..

Yang tercinta, seluruh penghuni republik ini.. tanpa kecuali. Baik sebangsa manusia atau hewan, jin atau setan, iblis atau kuntilanak, semut maupun gajah, gurem atau jerapah dan semuanya. Sulit bagi saya menyebutnya satu persatu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline