Lihat ke Halaman Asli

Asal Muasal Nama Bubur Pedas Kabupaten Batu Bara

Diperbarui: 17 Juni 2015   09:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah keluarga miskin yang jujur, rajin dan tidak suka menyakiti hati orang lain. Dimana keluarga itu hanya tinggal omak yang bernama Mak Ijah dan anak gadisnya yang bernama Gadi.  Pada saat rumahnya hampir roboh, tiba-tiba ada sayembara dari kerajaan Lima Laras yaitu membuat bubur yang enak, gurih namun tidak manis.

Karena ia sangat ingin sekali memperbaiki rumahnya yang roboh itu, maka ia pun berusaha untuk membuat bubur keinginan raja itu. Namun tidaklah pernah berhasil.

"Tidolah Gadi, hari sudah malam, cemano mau buat bubo tak manis, bukankah bubo itu pasti manis".

Namun, Gadi tak pernah berhenti untuk mencobanya. "Mak, cubo rasokan bubo ini mak, enak ndak mak?" Gadi membawakan bubo itu ke Mak Ijah, "Cemano mak, enak?" Namun, mak Ijah cuma terdiam saja, ia merasakan bahwa bubur itu tetap saja manis.

Hari sudah semakin gelap dan sunyi, angin pantai sudah tambah terasa dinginnya namun Gadi tak bisa tidur. Ia hanya memikirkan bagaimana cara membuat bubur yang enak, gurih namun tidak manis. Ia memimpikan memiliki rumah yang tidak bocor lagi karena pemenang dari sayembara itu akan diberikan sebuah rumah oleh kerajaan Lima Laras. Dengan demikian omaknya tidak perlu kerja keras untuk memperbaiki rumahnya yang bocor itu.

Gadi sudah membuat beraneka macam bubur, bubur kacang hijau, bubur jagung, bubur ketan, bubur pisang namun semua yang dimasaknya tetap memiliki rasa yang manis. Sehingga membuat Gadi tambah kecewa.

Setiap Gadi ke kedai, semua orang telah membicarakan sayembara itu. Dan akhirnya ada tetangga Gadi yang ebrtanya "Gadi, kau tak cubo ikot sayembara tu, bukankah kau itu pande masak?". Gadi pun menjawab "Tak tau awak mak cik cara buat bubo tu."

Singkat cerita, saat sedang pagi ahri tiba-tiba mak ijah pengen belanja sayuran ke pekan Batu Bara yang terletaj sekitar 3 km dari Lima Laras. Disana mak Ijah dan Gadi berbelanja sedikit udang, cumi-cumi, sotong, ikan, kepiting namun semua di borong.

Sesampai di rumah, mak Ijah dan Gadi ingin membagi tugas. Gadi belajar membuat bubur lagi sesuai sayembara dan mak Ijah memasak untuk makan siang. Kali ini mak Ijah memasak ayang toge dan menyiangi udang, sotong dan kepiting.

Namun, tiba-tiba datanglah Encik Zarah dengan marah-marah "Hei, mano utang kalian". Karena mak Ijah tidak punya uang, encik zarah pun marah dan menumpahkan semua masakan mak Ijah ke dalam periuk bubur. Menangislah mak Ijah dan Gadi karena masakan untuk makan siang dan buburnya sudah menjadi satu tidak bisa dimakan lagi.

Namun, mak Ijah tetap mengaduk-aduk bubur yang menjadi satu itu sampai benar-benar masak. Dan mereka pun makan sambil meneteskan air mata. Namun, siapa disangka makanan tersebut, enak, gurih dan pedas. Dan mereka pun berfikir untuk mengikuti sayembara dari Kerajaan Lima Laras dengan bubur yang tidak sengaja dimasaknya itu karena ulah Encik Zarah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline