Lihat ke Halaman Asli

Yuliana Pratiwi Asti

Mahasiswa Pertanian dan Bisnis

Teknologi Ramah Lingkungan dari Lereng Merbabu

Diperbarui: 13 Juli 2022   23:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi Ibu Suprihati

Pertanian organic menjadi salah satu perhatian khusus dibidang pertanian karna dianggap mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan. 

Sebagai salah satu konsep sistem produksi dibidang pertanian, pertanian organic merupakan konsep yang memperhatikan kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia dalam proses produksinya. Sehingga konsep pertanian ini sangat bergantung pada proses ekologis, keanekaragaman hayati, dan siklus yang disesuaikan dengan kondisi local. 

Pada praktiknya yang terjadi dilapangan, pertanian organic menggabungkan tradisi, inovasi, serta ilmu pengetahuan untuk menguntungkan lingkungan bersama dan mempromosikan hubungan yang adil dan kualitas hidup yang baik untuk semua yang terlibat.

Saat ini istilah organic menjadi label di masyarakat yang menyatakan bahwa suatu produk telah diproduksi sesuai dengan standar sistem pertanian organic dan telah disertifikasi oleh lembaga sertifikat organic yang terakreditasi. 

Pertanian organic didasarkan pada penggunaan input eksternal secara minimal serta tidak menggunakan pupuk dan pestisida sintetis. Yang menjadi pembeda antara budidaya pertanian biasa dengan pertanian organic adalah tidak boleh ada penggunaan pupuk kimia sintetis, pestisida kimia sintetis, dan benih hasil rekayasa genetic (GMO). 

Selain bahan-bahan kimia tersebut, lahan yang digunakan dalam pertanian organic juga harus terbebas dari residu kimia sintetis.

Sejatinya pertanian organic sudah dimulai sejak ilmu bercocok tanaman dikenal manusia, yaitu pada zaman mesholitikum akhir atau sekitar 10.000 tahun yang lalu karna pada saat itu peralatan yang digunakan masih tradisional dan masih menggunakan bahan-bahan alamiah. 

Mulai dari saat itu perkembangan terhadap pertanian organic terus dilakukan dari masa ke masa. Salah satu upaya nyata yang dilakukan dalam pertanian organic adalah Sayuran Organik Merbabu (SOM). Brand yang menjual berbagai produk segar sayuran ini merupakan bisnis pertanian yang dimiliki oleh Shofyan, seorang entrepreneur muda yang berasal dari lereng Merbabu, Jawa Tengah.


Dokumen pribadi Ibu Suprihati

Saat ini Shofyan memiliki sekitar 10 hektar lahan yang digunakan dalam mengembangkan bisnis pertanian organic juga menjadi pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya "P4S Citra Muda" yang menjadi tempat pembelajaran baik bagi instansi akademik maupun kelompok tani sekitar yang berminat dalam pertanian organic. 

Salah satu contoh kegiatan pelatihan yang dilakukan adalah kunjungan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis dari Universitas Pertanian dan Bisnis yang berkesempatan mengunjungi area produksi dari usaha pertanian organic milik Shofyan pada 11 Juli 2022.

Sekitar kurang lebih 20 mahasiswa dan 4 dosen pendamping diberikan pemahaman terkait pengertian pertanian organic, budidaya pertanian organic, sejarah pertanian organic, prinsip dalam pertanian organic serta alur budidaya sayuran organic yang diterapkan oleh Sayur Organik Merbabu. 

Diharapkan dengan adanya tulisan ini dapat menambah informasi pembaca dalam memahami konsep pertanian organic yang dilakukan oleh Shofyan dalam membangun bisnis Sayur Organik Merbabu.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline