Bastian keluar dari ruang kelas. Wajahnya tampak bingung , sekaligus jengkel. Matanya mencari-cari sesuatu, melihat ke sana ke sini.
Sesekali dilihatnya arloji di pergelangan tangannya. Terlambat lagi, pikirnya.
Tampak kakinya sebelah kiri bersepatu sementara yang kanan tidak. Ya, ia sedang mencari sepatu sebelah kanannya yang 'hilang'. Hal yang selalu terjadi saat akan berolah raga.
Hatinya begitu lega tatkala melihat sebuah sepatu di balik pot bunga. Cepat-cepat dikenakannya sepatunya dan lari bergabung dengan teman-temannya di lapangan.
Anak- anak yang sudah berada dalam posisi berbaris menertawakannya. Apalagi ketika dengan bicaranya yang gagap ia meminta maaf pada Pak guru atas keterlambatannya.
Setelah Pak Guru memaklumi, Bastian segera masuk barisan dengan menunduk. Ia tahu pasti, di bagian belakang, Roni dan teman-temannya sedang berbisik-bisik dan tertawa melihat dirinya. Ya, Roni dan gangnya yang selalu melakukan perbuatan ini dari hari ke hari.
Di atas adalah contoh bullying yang terjadi di sekolah. Sebagaimana diketahui bullying adalah salah satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan selain intoleransi dan kekerasan seksual.
Digunakannya kata dosa besar menunjukkan bahwa ini adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan dan segera diatasi agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Tentang Bullying atau Perundungan