Arin menunduk penuh rasa sesal. Sungguh, dalam hatinya ada rasa jengkel, gemas jadi satu. Penilaian tengah semester baru saja berlalu, dan dia mendapat nilai yang sama sekali tidak memuaskan.
Kok bisa? Pikirnya jengkel. Padahal dalam keseharian Arin sangat aktif, rajin mengerjakan. Hanya satu kekurangannya. Ia tak punya catatan.
Lha untuk apa mencatat? Apa yang diterangkan guru dia bisa tangkap semua. Buktinya nilai hariannya selalu bagus. Dalam beberapa materi misal perbandingan dan aritmatika sosial ia bahkan menjadi tutor bagi teman-temannya. Tapi entah mengapa kali ini justru di ulangan tengah semester, nilainya tidak begitu bagus.
Di atas adalah contoh hal yang sering terjadi pada siswa dalam pembelajaran matematika. Nilai harian bagus tapi saat ulangan nilai menjadi jeblok. Hal yang sangat mengecewakan, baik bagi siswa maupun guru. Ya, pada beberapa siswa, kadang mereka mendapat nilai ulangan yang jauh lebih rendah daripada yang diharapkan.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ternyata dalam mengikuti pembelajaran matematika tanpa sadar siswa sering melakukan kesalahan.
Kesalahan yang tampaknya sepele tapi memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa utamanya dalam memahami berbagai materi matematika. Kesalahan tersebut di antaranya adalah:
1. Malas mencatat
Masalah ini seperti yang terjadi pada Arin di atas. Banyak siswa yang merasa tidak perlu mencatat dengan alasan materinya mudah ataupun sudah jelas.