Lihat ke Halaman Asli

Yose Revela

TERVERIFIKASI

Freelance

Ini Liga Champions, Juve!

Diperbarui: 10 Maret 2021   18:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekspresi kekecewaan Cristiano Ronaldo (Indianexpress.com)

Judul di atas adalah satu respon sederhana, menyusul tersingkirnya Juventus oleh FC Porto di perdelapan final Liga Champions, (Rabu 10/3, dinihari WIB). Capaian ini sekaligus menandai tertunda (lagi) nya mimpi Juve untuk berjaya di Eropa.

Dalam laga ini, tim asuhan Andrea Pirlo memang menang 3-2, berkat sepasang gol Federico Chiesa dan satu gol Adrien Rabiot, tapi, sepasang gol Sergio Oliveira memastikan Os Dragoes (Si Naga) lolos ke babak selanjutnya.

Meski skor agregat imbang 4-4, klub pemegang dua trofi Liga Champions ini lolos berkat keunggulan gol tandang. Sebelumnya, mereka menang 2-1 saat menjamu Si Zebra di Portugal.

Oke, Juve sebenarnya sudah mampu bereaksi dengan baik, saat kecolongan 0-1 di awal pertandingan. Mereka mampu memanfaatkan momentum saat Mehdi Taremi dikartu merah wasit, untuk menyamakan skor agregat, sehingga punya sedikit harapan di babak perpanjangan waktu.

Masalahnya, mereka kembali kecolongan di menit ke 116, dan saat Adrien Rabiot langsung mencetak gol di menit ke 117, semua sudah terlambat.

Sebetulnya, tak ada keraguan soal kualitas materi tim Si Zebra, karena mereka sudah terbukti sangat tangguh di Italia. Apalagi, mereka masih punya megabintang sekelas Cristiano Ronaldo.

Tapi, jika sudah berbicara soal Liga Champions, kalibernya jelas berbeda. Ada tekanan jauh lebih berat, plus faktor keberuntungan yang kadang bisa muncul seenaknya.

Dalam sedekade terakhir saja, Si Nyonya Tua sebetulnya sudah mampu dua kali lolos ke final (2014/2015 dan 2016/2017) tapi mereka kalah 3-1 dari Barcelona dan Real Madrid, yang saat itu memang sedang kuat-kuatnya di Eropa.

Pada kesempatan lain, mereka kerap tersingkir secara mengejutkan, atas lawan yang di atas kertas lebih ringan.

Jelas, ada tekanan begitu besar, yang membuat mereka justru terbebani dan tumbang akibat kecolongan, atas lawan-lawan yang sebenarnya punya kualitas bagus, meski terlihat lebih lemah di atas kertas

Ini jelas tak sebanding dengan di level domestik, karena di Italia, Cristiano Ronaldo dkk "hanya" menghadapi tim-tim yang belum sepenuhnya solid, entah karena sedang berganti pemilik atau sering gonta-ganti pelatih.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline