Lihat ke Halaman Asli

Yose Revela

TERVERIFIKASI

Freelance

Musim Semi Kisah Nostalgia

Diperbarui: 8 April 2020   00:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (FIFA.com)

Menyusul merebaknya pandemi COVID-19 belakangan ini, banyak kegiatan pribadi, pekerjaan, maupun event rutin dihentikan sementara, termasuk pertandingan sepak bola. Maklum, pandemi COVID-19 telah menjangkiti lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan membuat ribuan orang meninggal dunia.

Akibatnya, siaran langsung pertandingan sepakbola ikut distop sementara, dengan pertimbangan, demi menjaga keselamatan bersama. Otomatis, berita-berita seputar update hasil pertandingan, yang biasanya melimpah, ikut "libur" sementara.

Kalaupun ada yang masih lancar, berita itu banyak berkaitan dengan rumor transfer pemain, atau update situasi terkini. Tapi, apakah hanya itu?

Ternyata tidak. Di tengah libur darurat ini, vakumnya kompetisi sepak bola di seluruh dunia akibat pandemi COVID-19, menghasilkan satu tren baru, yakni banyaknya berita sepak bola bernuansa nostalgia. Ada begitu banyak cerita masa lalu muncul, untuk mengisi periode libur darurat kompetisi.

Tak heran, ada begitu banyak cerita masa lalu bermunculan. Ada kisah tentang kiprah bintang-bintang sepak bola lawas macam Alfredo Di Stefano, Pele, Cruyff, Del Piero, Ronaldo, hingga Zinedine Zidane. Ada juga kisah masa lalu bintang sepakbola masa kini, seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Dari pinggir lapangan, bermunculan cerita tentang kiprah pelatih tenar dari masa ke masa, dari Rinus Michels si "Bapak Total Football", Sir Alex Ferguson, sampai Jose Mourinho dan Pep Guardiola di era kekinian.

Tak hanya sosok pemain atau pelatih, kisah nostalgia tentang klub sepakbola di berbagai negara juga muncul satu per satu. Dari Italia, ada kisah kilas balik tentang masa jaya Sampdoria, dan Napoli di akhir 1980-awal 1990-an, yang bersamaan dengan awal masa panen gelar AC Milan-nya Silvio Berlusconi.

Tak lupa, ingatan tentang masa jaya Serie A turut hidup kembali, bersama ingatan tentang kiprah para bintang dari masa ke masa. Dari era Trio Gullit-Van Basten-Rijkaard dan Maradona, sampai era Pirlo, Kaka dan Totti.

Warna serupa juga turut mewarnai Liga Inggris, dengan kisah-kisah nostalgia, mulai dari era Sir Bobby Charlton dan Bill Shankly (1950-1960an), Hooligans (1970-1980an), sampai era kiwari, semua muncul satu per satu layaknya putaran kaset pita.

Begitupun dengan liga-liga lainnya, kisah kilas balik tentang sejarah rivalitas El Clasico (Real Madrid vs Barcelona), The Big Three Liga Belanda (Ajax-PSV-Feyenoord), sampai Superclasico (Boca Juniors vs River Plate) muncul beriringan dengan kisah-kisah klub lain yang dulu pernah berjaya, seperti Hamburg SV dan Nottingham Forest.

Kisah-kisah nostalgia ini makin lengkap,  karena turut diwarnai cerita nostalgia, mulai dari seputar Piala Dunia, Liga Champions, sampai seputar sepakbola Indonesia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline