Lihat ke Halaman Asli

Yose Revela

TERVERIFIKASI

Freelance

Setelah Liverpool Kembali Tergeser

Diperbarui: 5 November 2018   05:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Skysports.com

Turun ke posisi tiga. Begitulah posisi Liverpool di klasemen sementara Liga Inggris musim ini, menyusul kemenangan yang didapat Manchester City dan Chelsea, Minggu, (4/11, malam WIB) di kandang masing-masing. Di Etihad Stadium, City menghajar Southampton dengan skor telak 6-1. Di Stamford Bridge, Chelsea mengalahkan Crystal Palace dengan skor 3-1. Sebelumnya, Liverpool bermain imbang 1-1 melawan Arsenal, Minggu, (4/11, dinihari WIB).

Mungkin, hasil yang didapat pekan ini terlihat kurang mengenakkan bagi Liverpool. Karena, mereka kini berada di posisi ketiga, dengan mengantongi 27 poin. Mereka kalah selisih gol dari Chelsea di posisi kedua, dan tertinggal dua poin dari Manchester City (nilai 29), juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen sementara Liga Inggris.

Tapi, jika melihat situasinya, posisi Liverpool saat ini cukup menguntungkan. Karena, tim asuhan Jurgen Klopp kini berada dalam posisi  tak tertekan. Malah, mereka berpeluang gantian menyalip di tikungan, jika melihat jadwal "big match" City dan Chelsea dalam waktu dekat ini.

Kebetulan, City akan menjalani laga Derby Manchester (vs Manchester United) pekan depan di Etihad Stadium, dan akan saling berhadapan dengan Chelsea arahan Maurizio Sarrid di Stamford Bridge, awal bulan Desember mendatang. Sementara itu, selain akan bersua City, Chelsea akan menghadapi tantangan Tottenham Hotspur di Wembley, akhir bulan November ini.

Situasi ini cukup menguntungkan bagi Liverpool, karena mereka baru akan menjalani partai sulit di bulan Desember mendatang, yakni Derby Merseyside melawan Everton, dan Northwest Derby melawan Manchester United. Kedua laga di Stadion Anfield ini akan menjadi prekuel jadwal padat mereka di periode sibuk Liga Inggris, tepatnya pada periode Natal-Tahun baru mendatang, dimana mereka akan bermain 2-3 kali dalam seminggu di periode puncak musim dingin.

Meski tampak menguntungkan, Liverpool tetap harus waspada. Karena disinilah mental mereka akan diuji. Seperti diketahui, Liverpool selama ini sering kehilangan poin dari tim kecil di saat mereka butuh kemenangan. Memang, sejauh ini, "penyakit lama" mereka yang satu ini sedang tak muncul. Tapi, ini menjadi kesempatan bagus bagi mereka, untuk menguji apakah penyakit mental ini masih bisa kambuh atau sudah sembuh betul.

Disinilah nanti kita akan mengetahui, apakah Liverpool layak memburu gelar juara Liga Inggris musim ini atau tidak. Jika penyakit mental ini masih kambuh, berarti Liverpool dan Kopites harus kembali berkata "This year is (still not) our year" seperti yang sudah-sudah.

Tapi, jika penyakit mental ini sudah sembuh, maka jargon "This year is our year", yang selama ini jadi bahan olokan rutin suporter tim rival, adalah sebuah harapan yang layak untuk diperjuangkan. Siapa tahu, inilah kesempatan mereka, untuk mengakhiri puasa gelar juara Liga Inggris selama hampir tiga dekade terakhir.

Menariknya, pola balapan di posisi tiga besar klasemen sementara Liga Inggris musim ini, mampu membuat kompetisi menjadi lebih menarik daripada musim lalu, saat Manchester City dan Pep Guardiola bak melaju sendirian di jalan tol, sebelum akhirnya menjadi juara, beberapa pekan  sebelum liga berakhir. Semoga, pacuan juara Liga Inggris musim ini tetap ketat hingga akhir.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline