Maraknya perilaku agresi yang dilakukan oleh remaja saat ini merupakan suatu fenomena yang sering dijumpai. Perilaku agresi merupakan suatu perilaku bersifat negatif, yang dilakukan secara fisik maupun lisan dengan tujuan untuk melukai dan menyakiti. Agresi merupakan perilaku yang dilakukan untuk menyakiti orang dengan sengaja tanpa peduli apakah hal tersebut akan mencapai sasaran ataupun tidak.
Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, pada proses perkembangan ini banyak perubahan-perubahan yang terjadi mulai dari fisik, kognitif dan emosional. Adanya kondisi emosional yang kurang stabil dapat memicu terjadinya perilaku agresi. Timbulnya perilaku agresi pada remaja sangat dipengaruhi oleh bagaimana kondisi lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh. Faktor internal, dilihat dari bagaimana perkembangannya sejak lahir baik secara fisik maupun psikis dan lemahnya kontrol diri juga penguasaan terhadap diri. Faktor eksternal, dilihat dari Pengaruh lingkungan keluarga (di rumah), teman sebaya (di sekolah) dan lingkungan masyarakat .
Pentingnya peran orangtua dapat dilihat dari bagaimana pola asuh yang diberikan ketika remaja berada di rumah, pola asuh yang baik dapat mengurangi terjadinya perilaku agresi. Peran orangtua dapat sangat mempengaruhi perkembangan remaja dalam menciptakan kestabilan emosional, adanya hubungan atau kelekatan emosional yang baik antara anak dan orangtua yang biasa dikenal dengan attachment.
Lalu bagaimana peran orangtua dalam menghadapi perilaku agresi pada remaja?
- Pola pengasuhan
Orangtua dapat memberikan Pola asuh yang hangat, memberikan cinta kasih dan perhatian, mengelola kemarahan, pendekatan empati dan dapat memberi hukuman yang mendidik sebagai bentuk peringatan.
- Memberikan pendidikan karakter
Orangtua dapat memberikan pendidikan tentang bagaimana mengelola emosi yang baik tanpa adanya kekerasan dan bagaimana cara menyelesaikan konflik dengan baik.
- Membangun komunikasi yang baik
Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak dapat memberikan dukungan emosional yang baik, karena komunikasi yang buruk juga dapat menjadi suatu pemicu terjadinya perilaku agresi dan banyak kasus dari perilaku agresi remaja disebabkan oleh kurangnya komunikasi atau kedekatan dengan keluarga.
- Memberikan contoh berprilaku positif
Orangtua sebagai role-model di rumah maka segala perilaku yang dilakukan oleh orangtua dapat menjadi contoh yang dapat ditiru, maka harusnya orangtua dapat memberikan contoh yang baik dari cara mengekspresikan emosi, menyelesaikan konflik dan berinteraksi.
- Pengawasan dan batasan
Remaja saat ini tak jarang terjerumus pergaulan bebas dan pergaulan remaja saat ini dapat dikatakan bahaya jika lepas dari pengawasan orangtua. Sebagai orangtua hrusnya mengetahui bagaimana pergaulan yang diikuti anak mereka dan memberikan batasan agar tidak terjerumus pada pergaulan yang bebas. Memberikan pengawasan yang tepat dan batasan terhadap aktivitas remaja agar dapat mengurangi kemungkiinan terlibat dalam perilkau agresi.
Peran orangtua dalam menghadapi perilaku agresi remaja yang melibatkan bagaimana pola asuh yang seharusnya dilakukan, pengawasan dan batasan yang tepat, upaya membangun komunikasi atau kedekatan, dan orangtua sebagai contoh dalam berperilaku yang baik. Peran-peran tersebut yang diberikan oleh orangtua dengan baik dapat membantu mencegah perilaku agresi pada remaja.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H