Lihat ke Halaman Asli

Balada Sajak

Diperbarui: 26 Juni 2015   02:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sore sayang!

Aha! sajakmu itu lho

Buatku selalu menunggu semburat sore akan cepat berlalu

Untuk kembali bergandengan

Menimang malam dalam cerita

-

Ceritakan padaku sejarah kemerdekaan

Perekat rantai usang berkarat

-

Sayang, kapan malam akan tiba?

Jemput dan tunggu

Hentakan kakiku melangkah kearahmu

-

Setelah itu lepaskan aku

Dan giliranmu untuk pergi bermain layang-layang

Selanjutnya akan kujemput dan kutunggu

Kau datang menunggangi layang-layang

-

Sayang, kapan sore akan datang?

-((0))-

** Hi Brada ..fidak deh...min 'uyuni..haha, terhura kan?...akan datang giliranmu bermain layang-layang. Kokohkan ikatanmu sayang, angin semakin kencang...! la taqlaq, perpisahan tak selamanya menyakitkan. Muwafiqin InsyaAllah...

** sugeng riyadi Brada, ngaturaken sedoyo kalepatan Zee, ternyata udah 3 lebaran kita tak bertengkar lagee..fagedtak! salam Damai n Kompak, ssssssssst jitakin Natul ea, tp jngn sampe dy nangis..mokashi wat puisi lebarannya.

Ghurfah telulas, 26 Agustus 2011 - 23:26

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline