Lihat ke Halaman Asli

Stevan Manihuruk

TERVERIFIKASI

ASN

Penghasilan Pas-Pasan, Apa yang Mau Diinvestasikan?

Diperbarui: 10 Agustus 2023   07:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (Wutwanfhoto via Kompas.com)

Banyak orang masih sering menjadikan minimnya jumlah penghasilan sebagai alasan untuk tidak berinvestasi. Tapi benarkah alasan minimnya penghasilan itu yang menjadi faktor utama penghambat untuk mulai berinvestasi? 

Mari kita belajar dari kisah seorang warga biasa bernama Ronald Read, seorang warga biasa asal Amerika. Kisah ini ada di dalam buku "The Psychology of Money" ditulis Morgan Housel.

Read lahir di sebuah perdesaan bernama Vermont. Dia hanya lulusan SMA dan akhirnya bekerja sebagai petugas kebersihan dan penjaga pom bensin. Hidupnya sangat bersahaja.

Tak banyak yang peduli apalagi membicarakan kisah hidupnya, termasuk orang-orang sekitar. Tak ada yang istimewa. Ia bekerja di pom bensin selama 25 tahun dan menjadi petugas kebersihan selama 17 tahun. Istrinya sudah meninggal saat Read berusia 50 tahun dan dia tak pernah menikah lagi.

Tahun 2014, Read meninggal dunia di usia 92 tahun. Saat itulah namanya langsung masuk berita internasional.

Housel dalam bukunya mencatat dengan sangat menarik: "Tahun 2014, sebanyak 2.813.503 orang Amerika meninggal. Tak sampai 4.000 punya harta di atas $8 juta ketika meninggal. Ronald Read adalah salah satunya.

Sebelum meninggal ternyata Read sempat menulis surat wasiat dan mewariskan $2 juta kepada anak-anak tirinya dan $6 juta lebih kepada rumah sakit dan perpustakaan setempat.

Banyak yang kaget. Bagaimana bisa Read punya uang sebanyak itu? Apakah hasil lotre atau warisan? Bukan.

Read semasa hidupnya secara rutin selalu berusaha menyisihkan berapa pun uang yang dia punya lalu diinvestasikan dengan cara dibelikan saham. Read melakukannya dengan sabar selama berpuluh tahun.

Akhir hidupnya menjadi sangat manis dan dijadikan inspirasi oleh banyak orang. Read dari seorang petugas kebersihan kemudian dikenang sebagai seorang investor yang dermawan, filantropis. Itu kisah nyata dan bukan cerita rekaan atau fiksi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline