Lihat ke Halaman Asli

Ngerti Gak

Diperbarui: 24 Juni 2015   21:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada seseorang, sebagian orang, beberapa orang yang ku kenal, ku temui, ku jumpai atau yang berinteraksi denganku, ketika berbicara, curhat, berkata atau sekedar menginformasikan, memberitahukan, ataupun menyampaikan pesan, selalu di akhiri dengan kalimat “Ngerti Gak?”

Ini bukan konteks seorang guru yang mengajari muridnya atau para dosen yang menerangkan pada para mahasiswa/i nya. Toh jaman sekarang para staf pengajar sudah sangat paham akan kebutuhan akan anak didiknya dengan system pengajaran yang makin cerdas dan komplek.

Bukan, bukan, bukan, bukan yang seperti itu. Konteks ini ketika seseorang, sedang curhat bersama sahabatnya lalu tiba-tiba di akhir dia bilang “Ngerti Gak?”

Oh, come on. Aku selalu mengernyitkan dahi. Perlu ya ada penekanan seperti itu (dalam hati).

Ok, mungkin orang tersebut menganggap bahwa dengan kalimat “Ngerti Gak?” nya itu, dia hanya ingin menjelaskan bahwa si penerima pesan ( pendengar ) atau penerima informasi mengerti, memahami apa yang di katakannya. Tapi jika aku sedang berada di posisi tersebut, bukannya malah mengerti tapi malah terganggu dengan kalimat akhir yang menuntut itu.

Dan dengan opiniku juga, aku menganggap bahwa penekanan kalimat “Ngerti Gak” itu diindikasikan bahwa si penyampai pesan (si tukang curhat itu) malah enggak mengerti atau memahami sama sekali apa yang dia omongkan sehingga ada kalimat penekanan “Ngerti Gak” ketika dia selesai berbicara.

Entahlah.

Pokoknya satu yang jelas.

Saya enggak suka ketika kamu bilang “Ngerti Gak?”




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline