Lihat ke Halaman Asli

Defi Aryani

Guru, Penulis, Founder @galaksi_aksara_kita

Katarsis Positif ketika Terjadi Perundungan

Diperbarui: 8 September 2021   07:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: unsplash.com

Dimana-mana perundungan pasti berkorelasi dengan dampak negatif. Perundungan atau bullying membuat pelaku menjadi lebih digdaya, sedangkan korban semakin merana. Apakah perundungan hanya menyisakan sebuah sisi kelam?

Perundungan terjadi ketika korban tidak mau melawan. Korban merasa dirinya sendiri tidak berharga. Yang ada saat selesai dirundung hanya menimbulkan efek emosional dalam dirinya. Wajar saja ketika seseorang sakit hati akan emosi. Marah, sedih, cemas, tidak percaya diri yang parahnya akan menjadi minder.

Perundungan wajib kita cegah dengan membuat pelaku jera. Lebih baik lawan walaupun beresiko daripada sakit hati dan berefek negatif pada psikis. Melawan harus memberikan efek jera bagi pelaku agar tidak mengulangi kembali. 

Banyak cara diantaranya dengan melaporkan pada atasan dan meminta pertimbangan teman sebaya yang mungkin mengalami hal yang sama. Waspadai juga efek yoyo, saat dilaporkan malah menjadi.

Mencari penengah harusnya orang yang netral dan nantinya malah mendamaikan. Walaupun perundung harus diberi sanksi, tapi sebagai korban juga bisa mengikhlaskan. Namun, perlu diwaspadai ada dasar hukum atau hitam di atas putih agar tidak terulang kembali.

Jika kita sudah mempunyai cara mengatasi perundungan. Harusnya kita juga memiliki pelampiasan pada emosi yang ditimbulkan dari perlakuan perundungan. Sebuah pelepasan akan memberikan penyembuhan untuk diri sendiri. Berikut beberapa cara katarsis (pelepasan) secara positif yang bisa kita lakukan. Tak perlu mahal, asal kita paham katarsis sesuai dengan  kebutuhan diri sendiri.

Sediakan waktu untuk 'Self Love'. Mencintai diri sendiri dimulai dengan bersyukur dan menerima takdir yang Tuhan berikan kepada kita. Bisa jadi perundungan terjadi agar kita lebih kuat dan dewasa dalam menghadapi sebuah permasalahan. 

Usahakan self love ini juga melakukan hal-hal yang kita sukai. Misalnya dengan menyanyi, travelling atau bahkan masak. Cari waktu untuk mencintai diri sendiri juga sama pentingnya dengan kebutuhan pokok makan dan minum.

Menyembuhkan dengan menulis. Dengan menuliskan semua uneg-uneg diyakini menjadi katarsis yang menghasilkan. Bagaimana tidak? Menulis juga menjadi jawaban ketika seseorang korban akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang sia-sia. 

Ketika pengalaman buruk perundungan bisa dijadikan pengalaman berbagi dengan orang lain melalui tulisan, maka saat itu pula korban perundungan merasa dirinya berarti kembali.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline