Lihat ke Halaman Asli

Cantik dan Tampan Menjadi Syarat Utama Mendapatkan Pekerjaan? Benarkah?

Diperbarui: 26 Juni 2015   05:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

[caption id="attachment_110648" align="aligncenter" width="359" caption="gambar by anak tebidah"][/caption]

Cantik serta tampan, syarat mudah mendapatkan kehidupan yang layak pada zaman sekarang ini. Ya, hal inilah yang terbesit dalam benak saya ketika menginjakkan kaki di sebuah perusahaan swasta yang ada di kota jogja, kesimpulan yang saya buat bukan hanya karena setelah menapakkan kaki di perusahaan itu, namun sudah banyak sekali fakta sehari-hari yang mendukung tentang kesimpulan tersebut. Lihat saja, ketika malam minggu di kawasan yang ramai di kunjungi oleh para pemuda-pemudi atau masyarakat untuk sekedar nongkrong dan minum kopi, berkeliaran perempuan-perempuan cantik, tinggi semampai dengan rok mini atau pakaian serba ketat lainnya menawarkan sebuah produk (Biasanya Rokok) dengan suara manja dan sedikit merayu kepada para pengunjung. Terkadang banyak juga para pria yang membeli produk yang disuguhkan oleh sang SPG dengan alasan dapat melihat lebih lama SPG tersebut ataupun ingin mencuri hati atau perhatian sang SPG.

Fenomena ini juga tidak hanya berlaku di jogja. Namun, di seluruh Indonesia dan di berbagai negara lainpun juga seperti itu. Penampilan kamu menarik, mudah mendapatkan penghidupan yang layak. Punya penampilan menarik gaji besar.

Coba kita lihat di berbagai media cetak dan elektronik, penampilan fisik juga menjadi syarat utama untuk mendapatkan suatu pekerjaan. “berpenampilan menarik” itulah kata-kata yang sering kita jumpai di kolom “lowongan” dalam sebuah koran atau majalah. Sugguh sangat beruntunglah bagi orang-orang yang terlahir dengan fisik yang menarik dan ditambah dengan pendidikan yang tinggi, serta cerdas. Perfect! Itulah kata-kata yang keluarketika kita melihatnya.

Namun, jangan terlalu bangga dengan kesempurnaan itu, karena itu hanya bersifat sementara. Jangan jadikan karunia yang Tuhan berikan kepada kita sebagai modal untuk merendahkan orang lain karena kecantikan atau ketampanan hanyalah sesuatu parameter yang bersifat semu.

Namun, masih ada kabar baik bagi mereka yang merasa tidak berpenampilan menarik, atau katakanlah kurang "good looking". Survei menemukan bahwa secara umum pengaruh kecerdasan seseorang terhadap tingkat gaji masih lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh daya tarik (fisik).

Selengkapnya lihat di sini

Namun perlu di ingat bahwa Tuhan itu maha adil. Di balik kekurangan seseorang terdapat sebuah kelebihan yang orang lain belum tentu memilikinya. Jadi, bersyukurlah dengan apa yang di berikannya.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline