Lihat ke Halaman Asli

Win Ruhdi Bathin

Petani kopi

Hobi Berkebun Kopi

Diperbarui: 15 Agustus 2020   22:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kompol Ridwan di kebun kopinya

Kompol Ridwan menyiasati waktu. Menggunakan waktu senggang diluar jam dinas. Berkebun kopi.

Lepas shalat subuh . Pukul 6.15 Wib, masuk kebun. Pukul 7.30,siap berangkat dinas. Jabatannya Sumber Daya ( Kabag. Sumda) , Polres Aceh Tengah.

Kompol Ridwan memanagemen waktu. Waktunya jadi berkualitas. Dalam bekerja, Kompol Ridwan menekankan kualitas pekerjaan. Bukan banyaknya.

Kopi Kompol Ridwan yang diteliti Zaini, petani kopi sukses

Kompol Ridwan , pernah kecewa di usaha sebelumnya. Beternak sapi Bali dan bertanam jagung manis.

Saat beternak sapi , Kompol Ridwan kecewa karena harga jual sapinya tak dibayar penuh. Dibayar cicilan Hinga tiga bulan. Padahal setiap pagi dan petang, Kompol Ridwan ngarit.

Saat bertanam jagung manispun sama. Pedagang selalu ingin untung banyak. 

Kompol Ridwan dengan formula pupuk organik buatannya

Lalu beralih ke kopi. Tapi, tanahnya tak subur. Kopinya kerdil. Kompol Ridwan bereksperimen. 

Berhasil. Terciptalah formula pupuk organik karya Kompol Ridwan. Mampu naikkan produksi kopi Gayo hingga 2 sampai 6 kali produksi petani tradional.

Produksi kopi umumnya hanya 700 kilogram. Dengan formula organik Ridwan , bisa hasilkan 2 sampai 4 ton.

Formula organik racikan Kompol Ridwan, murah meriah tapi berhasil guna. Formula itu dibagikan Kompol Ridwan gratis.

Kompol Ridwan beri penjelasan produksi kopinya

Yaitu, kencing sapi, air kelapa, air gula merah, air cucian beras dan EM4. Difermentasi tiga Minggu. Saat dipakai, diencerkan satu banding lima. Kocorkan ke tanah kopi.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline