Lihat ke Halaman Asli

WIDJIL PAMENGKUDARMO

wahana belajar.

Dilema Pendidikan di Masa Pandemi: Daring atau Luring?

Diperbarui: 20 Oktober 2021   00:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Pandemi Covid-19 saat ini telah menyebar di berbagai wilayah negara, terutama di Indonesia. Hampir seluruh wilayah di Indonesia terkena dampak dari adanya pandemi virus Covid-19. Covid-19 merupakan virus yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru, hingga menyebabkan kematian. 

Dengan adanya Covid-19 yang semakin meningkat, hampir seluruh aspek kehidupan mengalami beberapa perubahan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

Hubungan sosial semakin menurun serta perekonomian masyarakat yang semakin lemah menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian antar sesama. 

Seluruh elemen masyarakat telah merasakan dampak dari virus Covid-19 ini, terutama dalam hal pendidikan. Mau tidak mau, kita harus siap menerima dan menghadapi perubahan ini, dikarenakan cepat atau lambat pendidikan ini akan mengalami perubahan yang sangat drastis akibat pandemi Covid-19.

Saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bahwa tatap muka pada seluruh lembaga pendidikan ditiadakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. 

Hal tersebut sangat berdampak bagi perkembangan pendidikan siswa ke depannya. Siswa dituntut untuk belajar daring secara mandiri melalui jaringan internet tanpa tatap muka. 

Dalam hal ini peran guru juga harus dituntut untuk kreatif dalam mengolah pembelajaran online yang sedemikian rupa untuk mengantisipasi kebosanan pada siswa dalam pembelajaran daring.

Dalam penerapan metode online, tidak jarang beberapa siswa mengalami kesulitan dalam belajar yang disebabkan oleh beberapa faktor : Yang pertama adalah beberapa siswa belum mengetahui tentang penggunaan teknologi, jaringan yabg tidak memadai, serta masih sedikit yang memiliki gadget terutama bagi anak TK/SD. 

Dalam hal ini peran orang tua dituntut agar bisa menemani anaknya dalam pembelajaran daring, tetapi realitanya banyak juga orang tua yang tidak paham dengan penggunaan teknologi, sehingga mempengaruhi keaktifan siswa dalam proses belajar daring.

Faktor kedua yaitu pemberian tugas oleh guru yang terlalu banyak, sementara waktu yang diberikan hanya sedikit.

Faktor ketiga, yaitu kurangnya interaksi fisik antara siswa dan guru dalam pembelajaran online karena siswa hanya diberikan tugas melaui online.Beberapa siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas karena kurangnya penjelasan dari guru tentang tugas yang dibebankan tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline