Lihat ke Halaman Asli

Achmad Suwefi

TERVERIFIKASI

pekerja swasta penggemar Liverpool, Timnas dan Argentina

Curahan Hati Indra Sjafrie ..

Diperbarui: 17 Juni 2015   20:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Olahraga. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Sosok yang satu ini bagaimanapun menjadi sosok yang paling berperan dalam kesuksesan serta kegagalan Timnas U-19 sejak 2011 hingga Piala Asia U-19 2014. Kegagalan Timnas U-19 memenuhi target ‘suci’ PSSI – BTN yakni lolos ke Piala Dunia U-20 2015 Selandia Baru memang menjadi akhir dari perjalanan Evan Dimas dkk, keberhasilan mengalahkan Korea Selatan di PPA U-19 dengan skor tipis 3-2 seakan tak berbekas di Myanmar kemarin.

“Kegagalan ini sepenuhnya tanggung jawab saya, bukan pemain. Saya siap mempertanggung jawabkan kegagalan ini, apapun bentuknya,” ujar coach Indra Sjafrie.

Sebuah ungkapan ‘gentleman’ dari pelatih kelahiran 2 Februari 1963 tersebut tentang kegagalan Timnas U-19 di fase grup B Piala Asia U-19 di Myanmar, lalu bagaimana dan apa yang ada dibenak coach Indra Sjafrie berikut petikan beberapa curahatan hati alias curhat-nya coach Indra Sjafrie.

"Korsel itu langganan juara di Piala Asia . Tapi mereka seperti kita, gagal. Kok kita menyikapinya secara berlebihan? Seolah -olah kegagalan kami sebuah aib. Yang penting adalah dievaluasi, tetapi tidak dengan cara menyalahkan dengan membabi buta. Saya melihat banyak yang positif dari perjalanan tim ini," ujar coach Indra Sjafrie tentang kegagalan Timnas U-19 yang dilatihnya dibandingkan dengan Korea Selatan sang juara bertahan Piala Asia U-19.

Selain itu coach Indra Sjafrie juga menyesali adanya pihak-pihak yang menggunakan kegagalan Timnas U-19 untuk menyerang federasi (PSSI) .. (by the way siapa yach coach ?). Ia justru lebih mengapresiasi jika momentum terkini dijadikan fondasi untuk membenahi diri.

"Untuk saya, mau di federasi atau nggak, saya merasa berdosa jika tidak membantu sepakbola Indonesia. Saya akan selalu membina pemain lewat klub atau akademi nantinya. Saya akan bekerja lebih keras lagi," jelas Coach Indra.

"Jadi, jangan dibalik, jangan disuruh Federasi yang membina pemain. Federasi memang perlu untuk peningkatan kualitas pelatih, wasit atau kompetisi. Tetapi membina pemain itu ya harus dilakukan klub, SSB, Akademi, Asprov (Asosiasi Provinsi) atau anggota PSSI lainnya. Jangan hanya muncul pas kongres," pungkasnya. (sumber : Harian Berita Kota Super Ball).

Beberapa prestasi yang ditorehkan coach Indra Sjafrie sejak menangani Timnas U-16 tahun 2011 :
1. Membawa Timnas U-17 juara HKFA Youth Football Invitation Tournament 2011
2. Membawa Timnas U-18 juara HKFA Youth Football Invitation Tournament 2012
3. Membawa Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 di Jawa Timur
4. Membawa Timnas U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-19 sebagai juara grup G usai mengalahkan Korea Selatan.

Itulah beberapa curhatan coach Indra Sjafrie terkait kegagalan Timnas U-19, tentang PSSI dan tentang rencana nya terkait pembinaan pemain muda. Lalu sekedar flashback tentang beberapa komentar coach Indra Sjafrie paska keberhasilan Timnas U-19 menaklukan Korea Selatan (semoga tidak basi yach ..)

"Kita bakal mencari tim yang berkualitas, bukan masalah usia. ISL? Lah ngapain dari ISL? Kita yang berat Eropa lah. ISL kan bukan level kita, tim-tim ISL kan umurnya sudah 30-an tahun. Yah ke tim-tim yang sepadan dengan kita yang umurnya 21 tahun atau 23 tahun, masak ISL," ujar coach Indra Sjafrie.

”Tim sesama Asia bukan lawan kami. Korea Selatan saja yang juara Piala AFC sudah kami
kalahkan. Malaysia pun bisa kami injak-injak sekarang. Sementara Timor Leste, jelas bukan lawan kami,” tandas Indra Sjafri seperti dikutip dari Bola.Net.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline