Lihat ke Halaman Asli

Keberadaan Perawat Indonesia di Belanda

Diperbarui: 24 Juni 2015   20:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari kamis tanggal 29 november kemarin telah di adakan seminar keberadaan perawat Indonesia di Belanda: Peluang dan Tantangan. Seminar tesebut dapat  terselenggara atas kerjasama antara KBRI untuk negara Belanda dan PPNI-Netherlands.

Seminar yang di hadiri oleh kurang lebih 100 orang tersebut telah membuka jalan agar bangsa Indonesia di masa mendatang bisa berpartisipasi dan bekerja sama dengan pemerintah Belanda dalam memenuhi kekurangan tenaga kepeawatan di negri Belanda di masa yang akan datang.

Di perkirakan bahwa  Belanda di tahun 2015 akan kekurangan 8000-26.000 orang perawat  (arbeidsmarktinformatie Zorg en Welzijn). Hal ini de sebabkan oleh karena harapan hidup orang Belanda semakin tinggi. Untuk laki-laki sekitar 78 tahun dan wanita 82 tahun (nationaal kompas volksgezondheid). Orang Belanda sendiri banyak yang tidak tertarik untuk bekerja sebagai tenaga kesehatan. Ini di karenakan beban kerja yang tinggi dan gaji yang kurang sesuai di mata mereka.Pemerintah Belanda mulai mengantisipasi persoalan tersebut dengan berbagai cara.

Untuk di masa yang akan datang sangatlah sulit bagi pemerintah Belanda untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat dari dalam negri. Kemungkinan besar mereka akan mendatangkan tenaga keperawatan dari negara-negara lain, terutama dari negara –negara uni eropa. Bila dengan jalan ini kekurangan tenaga keperawatan belum bisa terpenuhi maka negara Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk mengirimkan tenaga keperawatannya ke Belanda. Semoga dengan kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda, maka jalan untuk para perawat Indonesia yang ingin bekerja di Belanda menjadi lebih mudah.

Perawat Indonesia persiapkan diri mu untuk GO INTERNASIONAL!




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline