Lihat ke Halaman Asli

Max Webe

yesterday afternoon writer, working for my country, a reader, any views of my kompasiana are personal

Lagi, Bahrun Naim NgeBlog?

Diperbarui: 22 Januari 2016   23:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="'Blog Baru' Bahrun Naim?"][/caption]

 

Delapan hari tulisan tulisan ini, Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan, lulusan Teknik Informatika Universitas Sebelas Maret (UNS) diduga berada di balik serangan teror di dua lokasi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Demikian pernyataan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian.  Ternyata Abu Rayan ini, diduga kembali aktif Ngeblog, saat dibuka pada pukul 02.30 WIB, Jumat (22/1/), akun atas nama Bahrun Naim masih nongol. 

Dia membuat tulisan berudul Nasehat Untuk Penonton, tulisan tersebut masih bisa diakses. Tampak, dalam tulisan tersebut akun blog bernama Bahrun Naim ini, telah mengklaim "Junud Daulah Islam di Indonesia telah melakukan serangan mematikan dan terbuka dengan target utama taghut  Indonesia (aparat kepolisian), dan warga asing. Serangan tersebut  adalah bentuk qishash terhadap serangan-serangan pasukan salibis terhadap kaum muslimin baik di Daulah Islam maupun di Indonesia."  Ada beberapa tulisan yang baru, 4 Strategi Gerilya Kota tertanggal 18 Januari 2016, Nasehat Untuk Penonton tertanggal 18 Januari 2016, Kontra Konspirasi tertanggal 19 Januari 2016, dan Teknik DNS Poison Dalam Carding tertanggal 21 Januari 2016.

 

 

 

Ia juga menuliskan, "menyebar luaskan scripts dns poison, letter, dan file-file (video, suara, atau gambar) yang berisi scripts dns poison secara luas. Maka setiap orang yang 'terjangkiti' virus tersebut, otomatis ketika membuka website-website yang telah dirubah tersebut akan mengarah ke server kita. Tak begitu lama, insha Allah kartu kredit, akun bank, akun media social, dan yang lain-lain bisa kita dapatkan ke email kita atau log di scampage kita. Setelah mendapatkan kartu kredit, akun bank, akun media social, dan lain-lain, insha Allah akan kita bahas bagaimana caranya mencuci dana yang kita dapatkan. Jangan lupa untuk memfokuskan target kepada kafir asli, murtadin, taghut, dan ansharut taghut."

Menurut amatan saya seluruh tulisan artikel tersebut, tampak jelas situs akun Bahrun Naim dengan nama muharridh.com ini, mengajarkan tindak kejahatan di dunia maya. Hanya artikel berjudul Teknik DNS Poison Dalam Carding bukan termasuk kategori Popular Posts. Sementara, artikel berjudul 4 Strategi Gerilya Kota tertanggal 18 Januari 2016, Nasehat Untuk Penonton tertanggal 18 Januari 2016 termasuk kategori Popular Posts.

Jika diamati secara keseluruhan isi situs akun Bahrun Naim dengan nama muharridh.com ini, mirip dengan situs bahrunnaim.co. Kemungkinan besar, setelah bahrunnaim.co diblokir, diduga Bahrun Naim atau pemilik akun membuat situs baru. Namun, selama penelusuran, site muharridh.com ini sudah lama eksis, seorang pengamat terorisme dan penulis The Terrorist Threat from Thailand: Jihad Or Quest for Justice? Rohan Gunaratna merujuk site muharridh.com, sebagai bahan referensi buku tersebut. 

Belum diketahui, apakah akun tersebut milik Bahrun Naim.  “Kami akan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika,” tutur Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan (19/1).
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline