Lihat ke Halaman Asli

Kraiswan

TERVERIFIKASI

Pengamat dan komentator pendidikan, tertarik pada sosbud dan humaniora

Ini Tips Mencadangkan Data untuk Mitigasi

Diperbarui: 10 Desember 2024   23:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi pencadangan file di Google Drive | foto: pinterest.com via keruktujuh.vercel.app

Data adalah bagian penting dalam kehidupan kita, khususnya di era digital seperti sekarang. Tak hanya kumpulan angka, huruf maupun gambar, data dibutuhkan pada banyak bidang seperti penelitian, penyelidikan, strategi pemasaran, hingga strategi politik. Data bahkan menjadi suatu komoditi, buktinya data diperjualbelikan.

Sebelum zaman internet, data dikumpulkan melalui lembaran-lembaran kertas, diisi manual maupun difotokopi. Betapa ribetnya jika harus mengolah data dari banyak tumpukan kertas tersebut. Kini, dengan sistem digital pengumpulan dan pengolahan menjadi semakin mudah, praktis, dan efisien. Kekurangannya, data ini bisa hilang, rusak jika terkena virus, diretas atau gadget-nya rusak.

Indonesia sendiri masih belum piawai mengelola data. Beberapa waktu lalu Pusat Data Nasional diserang hacker. Akibatnya, banyak masyarakat mengeluh tidak bisa mengakses data pribadinya. Masalah utamanya adalah pemerintah Indonesia tidak mencadangkan data tersebut. 

Kenapa tidak dicadangkan? Biaya. Itu jadi kendala utama. Sebab untuk menyimpan, mengelola, memelihara data ratusan juta penduduk di Indonesia tidaklah murah. Alhasil, jika data diserang hacker, pemerintah tak berkutik. Namun, setelah meminta tebusan sebesar Rp131 miliar, sang hacker malah minta maaf. Lucu!

Aku pernah punya pengalaman pahit dengan data yang hilang akibat gadget yang rusak. Laptopku pernah mati mendadak. Layarnya hitam (blank) meskipun mesin dan lampu indikatornya menyala. Aku panik luar biasa, sebab waktu itu sedang mengerjakan tugas akhir kuliah. Intinya hard disk laptopku rusak. Aku jual murah laptop itu karena paling hanya dihargai layarnya.

Syukurnya, data penelitianku belum banyak, jadi aku tidak banyak kehilangan. Namun, tetap saja aku terkendala untuk mengerjakan tugas karena laptop rusak.

Pengalaman kedua, setahun lalu, HP-ku juga mati mendadak. HP ini sudah dipakai sekitar lima tahun. Jadi wajar jika mengalami kerusakan. Namun, aku tidak siap dengan kerusakan (mati) yang mendadak ini. Komunikasi, akses, dan banyak hajat yang harus dipenuhi dengan HP tersebut. Syukurnya lagi, tugas mengajarku tidak terhambat. Dan aku sudah menyisipkan kartu memori, berkas-berkas penting, khususnya foto, aku simpan di sana.

Di era digital sekarang, akses terhadap data sangatlah penting. Mau menghubungi orang lain, belanja, belajar, membayar tagihan, m-banking, mengirim berkas, dan kontak telepon serta email. Jika gadget yang kita pakai untuk mengakses semua hal itu rusak, sedangkan kita tidak membuat cadangan data, repot! Bencana data namanya.

Berikut ini tips untuk mencadangkan data untuk mitigasi bencana data.

1) Google Drive/ Cloud

Langkah paling efektif dan efisien mencadangkan data adalah memakai Google Drive/ Cloud. Kita bisa mengunggah berkas penting di drive menggunakan akun email yang kita daftarkan. Tidak perlu khawatir jika berkas kita ketinggalan seperti halnya berkas cetak. Google Drive bisa diakses lewat gawai mana pun, selama tersedia jaringan internet.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline