Lihat ke Halaman Asli

Kris Wantoro Sumbayak

TERVERIFIKASI

Pengamat dan komentator pendidikan, tertarik pada sosbud dan humaniora

Minyak Goreng Langka, Energi Dahulu Perut Kemudian

Diperbarui: 1 Maret 2022   01:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi minyak goreng langka | Sumber: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Istriku adalah pengusaha minuman herbal rumahan. Kami punya langganan jahe---salah satu komposisi minuman herbal---di sebuah kios pasar tradisional, harganya berkisar Rp40.000/kg. Suatu kali, istri membeli lemon di kios lain, pas ada jahe sejenis, harganya lebih terjangkau yakni Rp35.000. Membeli dari kios ini, atau melekat pada langganan?

Kami menyukai kios langganan, ya. Tapi jika dapat bahan baku lebih terjangkau, yang artinya bisa menambah keuntungan dari tempat lain, mengapa tidak? Itu prinsip dasar berbisnis. Pragmatis dan juga logis.

***

Kelangkaan minyak goreng membuat masyarakat gemas dan berang. Dari penjual makanan, pedagang di pasar, sampai emak-emak. Mau bagaimana, minyak goreng sudah mendarahdaging bagi masyarakat dalam menyajikan berbagai olahan makanan. Sudah harganya selangit, langka pula. Kalau pun mahal tapi stoknya stabil, barangkali tidak terlalu masalah. Lagi pula, kelangkaan ini tidak boleh berkepanjangan.

Janji Mendag tentang stok dan harga minyak

"Saya pastikan sepekan ke depan akan kembali normal dan paling lambat akhir Februari ini, semuanya normal kembali," ujar Muhammad Lutfi di Pasar Pabaeng-baeng Makasar dikutip dari suara.com. (17/02/2022) Lebih lanjut, kebutuhan masyarakat akan minyak goreng Februari ini 280 juta liter akan dipenuhi sebelum Februari berlalu.  

Laporan kompas.com, selama empat bulan lebih, lonjakan harga minyak goreng dalam negeri melesat tanpa kendali. Dua bulan terakhir minyak goreng bahkan berkontribusi pada inflasi. Ironis, sedang pasokan minyak sawit di Indonesia selalu melimpah.

Pemerintah mengocorkan subsidi sebesar Rp 3,6 triliun untuk penyediaan minyak goreng murah seharga Rp14.000/liter. Tak lama, minyak goreng murah ini langsung ludes. Di ritel modern maupun pasar tradisional dan warung serta pedagang tidak menjual minyak murah tersebut. Aku sampai tidak "kecipratan" minyak murah ini. Sebabnya, masih punya minyak yang harga mahal. Pas mau beli, minyak murahnya sudah lenyap.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Mahal? Ini 3 Tips Menghadapinya

Berikut ini daftar janji pak Mendag. Mendag Lutfi menjanjikan minyak goreng murah sudah tersedia di ritel modern di seluruh Indonesia per 19 Januari 2022, secara bertahap sudah dijual di pasar tradisional sepekan kemudian. (Kontan) Kemendag kembali berjanji bahwa pasokan minyak goreng murah sesuai HET akan lancar seminggu ke depan. Pemerintah juga berjanji distribusi minyak murah akan mencapai wilayah Indonesia timur. Dirjen Kemendagri Kementrian Perdagangan Oke Nurwan (8/2/2022) berujar, pihaknya akan mengontrol ketat suplai produksi minyak sawit untuk dalam negeri sebelum diekspor produsen.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline