Lihat ke Halaman Asli

Wanda Hamidah

Mahasiswi

Corona Virus dan Dampak Work From Home terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Diperbarui: 7 Juli 2021   20:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Breaking news: Pemerintah China menggambarkan laporan oleh tim universitas Harvard, Amerika Serikat. Bahwa virus corona mungkin muncul di Wuhan sejak Agustus. China melaporkan secara resmi adanya virus corona kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, di Indonesia sendiri pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus ini. Demi memutus rantau penyebaran pemerintah mengharuskan semua orang untuk menjaga jarak dan mengurangi aktivitas diluar rumah seperti di kantor, di sekolah , dan bekerja dari rumah atau dikenal dengan Work From Home (WFH). Namun selama melakukan work from home, tentunya karyawan akan mendapatkan beban kerja yang lebih tinggi dan lebih besar yang disebabkan oleh pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah menjadi satu, sehingga menjadi kewalahan. Ya hanya untuk sekedar informasi, virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan-China. Gejala dari virus tersebut berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dll. Virus ini dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal apabila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah , misalnya pada penderita kanker. 

Sudah banyak obat untuk mencegah atau pengobatan covid. Kalian tau rapid test? Rapid test atau test cepat, merupakan langkah awal identifikasi apakah seseorang sedang terinfeksi virus covid-19, menggunakan antibodi yang diambil dari sempel darah. Sedangkan swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan (sampel). Swab dilakukan pada nasofaring atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofaring atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. 

Banyak yang bilang " Akhirnya diam dirumah berguna juga, akhirnya rebahan di rumah bermanfaat juga". Setelah ada hashtag dirumah aja semua orang jadi malas bergerak. Hal ini juga bisa menyebabkan menurunnya produktivitas seseorang, yang bekerja, yang belajar, dan bahkan yang mengajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja antara lain seperti, mental dan kemampuan fisik seseorang serta hubungan antara atasan dan bawahan. Selain itu, komunikasi antara atasan dan bawahan atau karyawan dengan sesama karyawan juga menjadi menurun karena tidak ada komunikasi secara langsung seperti sebelum nya. 

Penyebaran virus ini sangat berdampak pada perekonomian negara, hal ini berimbas langsung terhadap pendapatan negara dan pendapatan warga negara itu sendiri atau terhadap tenaga kerjanya. Kondisi ini mengakibatkan banyak dari tenaga kerja yang dirumahkan bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Work from home memiliki pengaruh yang baik dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, pengaruh baiknya yaitu karyawan lebih merasa fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan nya dan dengan bekerja dirumah , karyawan bisa menikmati waktu bersama keluarga, hal ini juga bisa meningkatkan produktivitas kerja pada karyawan itu sendiri. Sedangkan pengaruh signifikan yang dihasilkan oleh work from home bisa melalui mental dan kemampuan fisik seseorang serta hubungan antara atasan dan bawahan. Selain itu, komunikasi antara atasan dan bawahan atau karyawan dengan sesama karyawan juga menjadi menurun karena tidak ada komunikasi secara langsung seperti sebelum nya.  Namun virus corona bisa jadi musibah dan berkah, bisa membuat aware manusia untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Kesehatan adalah aset. 

Ya kesehatan adalah aset yang sangat berharga. Jika seseorang sakit, maka ia tidak bisa bekerja, beraktivitas, dan berpikir dengan baik. 

Selain itu, kesehatan lebih utama di banding waktu dan uang. Meski seseorang memiliki banyak uang dan waktu luang, tapi jika orang tersebut sakit, maka waktu dan uangnya tidak bisa dinikmati dengan optimal tingkat kesenangan nya pun berkurang.  




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline