Negeri kita mengalami masa penjajahan Belanda selama tiga setengah abad, ditambah lagi penjajahan Jepang selama tiga setengah tahun. Selama itu sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada aturan negara penjajah bahkan didesain agar bangsa kita tetap bermental terjajah. Sistem pendidikan menggunakan perintah dan sanksi merupakan metode pengajaran kolonial yang tanpa sadar menjadi warisan cara guru mendidik murid hingga kini. Adanya diskriminasi perlakuan terhadap anak-anak pribumi untuk mendapatkan pendidikan. Hanya kaum bangsaan dan keturunan Eropa yang boleh sekolah.
Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara menggagas sistem pendidikan yang humanis dan transformatif, yang dapat memelihara kedamaian dunia. Beliau menciptakan sistem among. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang artinya Seorang guru haruslah memberikan contoh yang baik. Seorang guru haruslah membangkitkan semangat pada murid. Seorang guru haruslah selalu memberikan dorongan/menjadikan murid mandiri. Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah tut wuri handayani. Ruh dari ajaran ini adalah untuk memerdekakan murid. Cita-cita utama Ki Hajar Dewantara yaitu kemerdekaan setiap murid mampu mengatur dirinya sendiri agar murid-murid berperasaan, berpikiran, dan bekerja merdeka dalam ketertiban bersama, demi mewjudkan cita-cita pendidikan nasional.
Pendidikan yang sesuai dengan bangsa kita adalah pendidikan yang humanis, kerakyatan, dan kebangsaan. Pendidikan kultural yaitu pendidikan yang berdasarkan garis bangsa dan budaya. Pendidikan kultural ini yang akan melengkapi, memperrtajam, dan memperkaya pendidikan kecerdasan murid. Diharapkan nantinya para murid ini dapat mengangkat derajat rakyat dan negerinya serta setara bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain demi kemuliaan umat manusia di dunia.
Para guru perlu selalu meningkatkan kualitas dirinya dan cara mengajarnya, naluri mendidik perlu dilengkapi dengan ilmu pendidikan yang selaras dengan zaman. "Tuntutan" yang baik kepada murid didasarkan pada panduan (teori atau pengetahuan) tentang "tuntunan" yang terbaik. Untuk itu, pendidik memberikan hak dan kesempatan belajar sesuai keinginan dan bakat murid.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H