Oleh : Vista khoirunnisa Nur Hidayah
mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia
Dalam kehidupan sehari-hari sudah sepatutnya manusia saling berinteraksi dengan manusia lainnya. Karena hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan dan dibutuhkan. Dan dalam berinteraksi tentunya menggunakan bahasa. Dan tanpa disadari dengan interaksi kita sudah mempelajari banyak mengenai kata dan makna perihal bahasa.
Ilmu linguistik adalah salah satu ilmu yang membahas mengenai kebahasaan. Mengapa ilmu lingusitik penting dalam kehidupan sehari-hari? Karena dengan ilmu tersebut kita dapat mengetahui seluk beluk bahasa dan dapat mengerti kata dan makna bahasa yang baik dan benar. Layaknya cakar mula pondasi sebuah bangunan untuk mendirikan bangunan yang kokoh,linguistik adalah landasan dasar dalam belajar bahasa dan sastra Indonesia. Linguistik juga berperan dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Dalam ilmu linguistik mempunyai bagian-bagian yaitu fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
Pada ilmu fonologi kita akan mempelajari mengenai bunyi bahasa baik dari proses pembentukan bahasa sampai perubahannya. Atau secara singkatnya fonologi mempelajari mengenai bunyi yang dihasilkan dari alat ucap manusia.
Selanjutnya pada ilmu morfologi kita akan mempelajari mengenai struktur, bentuk dan klasifikasi kata. Morfologi adalah struktur kata suatu bahasa atau cabang linguistik yang mempelajari struktur kata suatu bahasa (Trask, 2007:178; Crystal, 2008: 314). Dalam morfologi terdapat satuan makna yang disebut dengan morfem.
Lalu terdapat ilmu sintaksis. Dalam ilmu sintaksis mempelajari membentuk kalimat yang dilihat dari intonasinya. Dapat dibedakan dari kalimat deklaratif,kalimat informatif,dan kalimat tanya.
Terakhir pada ilmu semantik. Menurut Chaer (2009: 6-11) menyatakan bahwasannya Semantik berdasarkan tataran atau bagian dari bahasa yang menjadi objek penyelidikan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu (1) semantik leksikal yang merupakan jenis semantik yang objek penelitiannya adalah leksikon dari suatu bahsa, (2) semantik gramatikal yang merupakan jenis semantik yang objek penelitiannya adalah makna-makna gramatikal dari tataran morfologi, (3) semantik sintaksikal yang merupakan jenis semantik yang sasaran penyelidikannya bertumpu pada hal-hal yang berkaitan dengan sintaksis, (4) semantik maksud yang merupakan jenis semantik yang berkenaan dengan pemakaian bentuk-bentuk gaya bahsa, seperti metafora, ironi, litotes, dan sebagainya.
Tujuan mempelajari linguistik adalah supaya kita dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan santun baik dalam bentu individu maupun kelompok masyarakat. Dalam mempelajari linguistik kita tidak cukup jika hanya mendengar dan menyimak saja,namun kita juga memperlu membaca. Untuk merealisasikan ilmu linguistik dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk 5B,yakni; 1)bersilaturahmi; 2)berkomunikasi; 3)berkolaburasi; 4)beraksi; 5)berliterasi dengan rajin menulis dan membaca. Dengan menerapkan 5b tersebut kita dapat menambah wawasan kita mengenai bahasa baru baik secara lisan maupun tulisan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H