Lihat ke Halaman Asli

Vincent Setiawan

A person who loves to write and inspire others

Integrasi Ekonomi: Kunci Kemajuan Perdagangan

Diperbarui: 31 Mei 2023   18:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: wikipedia

Pernahkah kita berpikir, mengapa setiap negara harus punya mata uangnya sendiri-sendiri? Padahal, memiliki mata uang secara mandiri dapat membuat kita menjadi sulit untuk bertransaksi dengan negara lain. Mata uang Indonesia dengan mata uang Thailand tentunya memiliki rate yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

Jawabannya, karena dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai trilema mata uang atau trinitas kemustahilan. Apa itu trilema mata uang yang jadi akar dari sulitnya kita bertransaksi dengan orang-orang di luar negeri?

Trilema Mata Uang

Trilema mata uang adalah 3 kondisi yang tidak mungkin bisa dicapai ketiga-tiganya secara bersamaan. Hal ini terjadi karena setiap kondisi akan berkontradiksi dengan gabungan 2 kondisi lainnya. 

Ada 3 hal yang diprioritaskan dalam trilema mata uang secara terpisah. Yang pertama adalah kestabilan nilai tukar mata uang, mata uang sebagai alat kontrol inflasi dan deflasi, dan mata uang sebagai sarana kebebasan mengalirkan modal. Ketiga skenario ini akan bertentangan satu dengan gabungan 2 skenario lainnya. 

Sumber: investopedia.com

Sebagai contoh konkret, ketika mata uang di Eurozone menggunakan 1 jenis mata uang saja, maka mereka memprioritaskan kestabilan nilai tukar mata uang serta kemampuan mengalirkan modal. 

Tapi sebagai gantinya, semua negara kehilangan kedaulatan mereka atas mata uang yang sebelumnya mereka miliki. Karena mata uang Euro pada akhirnya menjadi mata uang bersama yang tidak berdasar kepada kemampuan riil ekonomi suatu negara. Negara seperti Italia, mau tidak mau harus menggunakan mata uang yang sama dengan negara seperti Jerman. 

Sumber: exactchange.es

Juga, China atau Tiongkok pada saat ini. Kontrol negara terhadap mata uang Yuan membuat China atau Tiongkok mau tidak mau harus memprioritaskan kestabilan mata uang dan kemampuannya sebagai alat kontrol inflasi dan deflasi. Lalu apa yang dikorbankan? Kemampuan untuk mengalirkan modal asing masuk. 

Oleh sebab alasan yang mungkin berkaitan, Tiongkok pun jadi melakukan ekspansi besar-besaran untuk melakukan investasi di luar daratan Tiongkok. Hal ini membuat Tiongkok mengakali "lubang" dalam kebijakan mata uangnya yaitu untuk mengalirkan modal mengalir masuk ke negaranya sendiri. 

Lantas Bagaimana dengan Indonesia dan ASEAN?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline