Lihat ke Halaman Asli

Untarap

Belajar menulis

Liburan ke Desa Adat Pampang

Diperbarui: 27 April 2021   23:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

travel.wego.com

Saat menginjakan kaki di Kota Tepian Mahakam, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Desa Budaya Dayak Pampang di Samarinda Utara. Kalimantan Timur dikenal sebagai daerah yang memiliki keragaman alam dan budaya.

Samarinda - Desa Budaya Pampang adalah desa adat yang paling mudah diakses dari ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Di sana para traveler bisa mengenal lebih dalam soal suku Dayak.

Desa Budaya Pampang terletak di pinggir Kota samarinda kurang lebih sekitar 23 sampai 30 kilometer dari Pusat Kota Samarinda. Jika anda dari bandara APT Pranoto Samarinda tentunya sangat dekat jika ingin mengunjungi Desa Budaya Pampang. 

Untuk menuju Desa Budaya Pampang cukup ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit saja. Akses menuju Desa Budaya Pampang tidak sulit dan di pinggir jalan sudah  tersedia penunjuk jalan untuk menuju Desa Budaya Pampang. 

Di pinggir jalan poros Samarinda-Bontang terdapat gapura penanda masuk ke Desa Budaya Pampang. Tetapi setelah melewati gapura tersebut, perlu berkendara sekitar 5 kilometer.  Harus berhati-hati karena di sana terdapat banyak anjing berkeliaran, dan jika menabrak salah satu anjing tersebut maka harus mengganti rugi.

Sampai di halaman, pengunjung akan melihat pesona Lamin Pemung Tawai yang dipenuhi ukiran-ukiran khas Dayak yang sangat eksotis dan sakral. Fungsi dari ukiran itu tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga berfungsi untuk menjaga dari bahaya-bahaya yang bersifat magis. 

Lamin biasa digunakan warga sekitar untuk berkumpul, latihan menari, dan melestarikan tradisi turun temurun. Daya tampung Lamin Pemung Tawai cukup besar dan memiliki makna bahwa masyarakat Dayak memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi dan saling membantu. 

Di Desa Budaya Dayak Pampang kita masih bisa melihat tradisi Telingaan Aruu, atau memanjangkan telinga pada wanita maupun pria Suku Dayak Kenyah. Masyarakat Dayak percaya bahwa telinga panjang akan memancarkan kecantikan, menandakan status kebangsawanan, dan untuk melatih kesabaran. Namun, kini orang yang melakukan tradisi memanjangkan telinga sudah berkurang. 

Setiap Hari sabtu dan minggu sore pukul 14.00 hingga 15.00 WITA, Desa Adat Pampang menampilkan Pentas Seni berupa atraksi seni tari tradisional Khas Suku Dayak Kenyah. Acara pentas Seni ini selalu ramai didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Masyarakat Desa Budaya Pampang sangat ramah dan murah senyum kepada para pengunjung. Menikmati Pampang tidak cukup hanya melalui atraksi budayanya saja. Masyarakat Adat Pampang memiliki satu pesona yang belum banyak orang ketahui, yaitu Sungai Pampang yang eksotis.

Sungai Pampang dapat diakses 1,5 jam dari Lamin Utama Desa Pampang. Sungai alami yang memiliki 3 air terjun dan banyak mata air serta kolam alam yang cukup besar. Sungai Pampang diapit dengan tebing yang indah, bagus untuk mengabadikan moment bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Selain itu kita masih bisa menemukan pohon berakar banir yang cukup besar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline